Ibrahima Diaw, virtuoso tenis meja Senegal di Olimpiade Tokyo 2021

Sejak debutnya di wilayah Paris pada usia 7 tahun, hingga kualifikasi Olimpiade di Tokyo 2021, petenis meja Senegal Mouhamed Diaw (27 tahun) tidak pernah berhenti berkembang. Kenaikan meteorik yang membawanya ke Olimpiade Tokyo 2021, di mana dia akan mengenakan warna-warna Senegal.

Dari ayah Senegal dan ibu Mali, pemain ke-70 di dunia dengan 4.425 poin dan pemain tenis meja Afrika ke-3, adalah atlet Senegal pertama yang lolos ke Olimpiade 2021. 1, Nigeria, Qadri Aruna, pada November 2020, di penghujung turnamen internasional yang dimainkan di Indonesia.

Setelah resmi bergabung dengan federasi tenis meja Senegal, Ibrahima Diaw berkata: “ Saya mulai bermain untuk Senegal pada 2019 … Dia ambil bagian dalam turnamen pertamanya bersama Senegal pada September 2020 di Maroko selama Olimpiade Afrika. Tujuannya adalah untuk pergi dan menunjukkan bahu dengan elit tenis meja dunia, dan mengapa tidak memenangkan medali Olimpiade untuk Senegal.

Untuk melakukannya, dia akan percaya pada konferensi pers di Dakar pada 19 April bahwa dia memiliki persiapan yang sangat baik. Sebuah program yang telah dibentuk sejak 2019 dan mulai menjadi yang teratas setiap hari. Di Denmark, negara rekannya, ia menghabiskan sebagian besar waktunya, tepatnya di pusat olimpiade di mana ia menghadapi petenis krim meja. Ibrahima secara rutin menambah ke kamp persiapan dengan pilihan Swedia dan Denmark itu bahwa dia secara fisik dan taktik dalam kondisi optimal.

Selain kualifikasi yang didapat untuk Tokyo 2021, petenis meja itu juga punya tantangan lain, yakni merebut gelar kontinental. Jika olahraga ini hampir didominasi oleh Nigeria dan Mesir di mana disiplin diterapkan dengan baik, situasinya secara bertahap dapat berubah.

READ  Guillaume Allanou (Stade Briochin): "Senang mengikuti kompetisi" - Olahraga menghadapi pembiayaan kembali

Pasalnya, Ibrahima Diaw berniat memainkan peran utama dalam promosi olahraga yang masih belum dikenal di Senegal ini. Ditunjuk sebagai Duta Youth Olympic Games (YOG Dakar 2026), dia mengembangkan proyek ke arah ini bersama dengan otoritas Senegal. Dalam hal ini, ada sebuah gedung tenis meja besar yang sedang dibuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *