Houthi Mengamuk di Laut Merah, Mengirim Serangan Terbesar Hingga Pelayaran Lumpuh – Priangan News

Houthi Mengamuk di Laut Merah, Mengirim Serangan Terbesar Hingga Pelayaran Lumpuh – Priangan News

Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan pesawat tak berawak dan rudal skala besar yang terjadi di Laut Merah. Serangan tersebut disebutkan menargetkan kapal Amerika Serikat yang memberikan dukungan kepada Israel selama perang melawan Hamas di Gaza.

Pasukan Amerika dan Inggris dilaporkan berhasil menembak jatuh 18 drone dan tiga rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi. Sejak dimulainya perang di Gaza, kelompok pemberontak Houthi telah melancarkan lebih dari 100 serangan drone dan rudal di Laut Merah.

Dampak serangan Houthi di Laut Merah telah menyebabkan perusahaan pelayaran menghindari Terusan Suez. Hal ini berpotensi merugikan secara finansial, terutama jika lalu lintas melalui Terusan Suez terus terganggu.

Sebagai langkah pencegahan, perusahaan telah memilih rute yang lebih panjang mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika untuk menghindari serangan Houthi. Lonjakan kargo sebesar 67,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terjadi pada rute tersebut.

Selain itu, situasi yang fluktuatif di Laut Merah juga telah menyebabkan biaya asuransi meningkat. Akibatnya, beberapa perusahaan pelayaran, seperti Maersk, telah memutuskan untuk mengalihkan semua kapal mereka dari Laut Merah di masa mendatang mengingat keamanan yang tidak terjamin.

Data terbaru menunjukkan bahwa sejak tanggal 18 November, telah terjadi 25 serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah bagian selatan dan Teluk Aden. Pihak berwenang masih berupaya untuk mengatasi situasi ini demi memastikan keberlanjutan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

READ  Barat Menghentikan Dana, UNRWA Tidak Dapat Beroperasi di Gaza Setelah Bulan Februari - Priangan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *