GitHub Copilot: Microsoft Mengincar Nilai Absolut dari Kecerdasan Buatan dalam Pemrograman – Priangan News

GitHub Copilot: Microsoft Mengincar Nilai Absolut dari Kecerdasan Buatan dalam Pemrograman – Priangan News

ChatGPT dari OpenAI telah membuktikan kemampuannya dalam menulis kode yang baik. Percobaan menunjukkan bahwa model ini mampu menghasilkan kode yang berkualitas. Namun, beberapa penelitian menemukan bahwa model bahasa besar seperti GPT-4 masih kalah dibandingkan dengan coder manusia dalam hal kualitas kode secara keseluruhan.

Perdebatan tentang apakah AI dapat menjadi seorang coder atau tidak mungkin melewatkan inti masalahnya. Meskipun ChatGPT mampu menghasilkan kode yang layak, hal itu tidak menghilangkan kebutuhan akan koders manusia yang memiliki keahlian dan intuisi yang dapat diterapkan secara tepat dalam pengembangan perangkat lunak.

Salah satu alat yang telah diperkenalkan untuk membantu pengembangan kode adalah GitHub Copilot. Alat ini telah digunakan oleh lebih dari satu juta pelanggan berbayar dan 37.000 organisasi. Copilot membantu mengurangi penulisan kode boilerplate yang berulang dan tidak disukai oleh pengembang. Penggunaannya telah terbukti membantu meningkatkan efisiensi dalam pengembangan perangkat lunak.

Salah satu pengguna Copilot, yaitu Accenture, melaporkan bahwa mereka telah mempertahankan 88,5% kode yang ditulis oleh Copilot. Dalam penggunaan Copilot, jumlah permintaan pull yang diselesaikan tepat waktu di Accenture meningkat sebesar 15%. Alat ini juga membantu pengembang dalam proses build dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menunggu build. Dengan demikian, penggunaan Copilot memberikan pengembang lebih banyak waktu untuk fokus pada aspek lain dalam pengembangan perangkat lunak.

Meskipun Copilot telah memberikan dampak positif dalam pengembangan perangkat lunak, pengukuran dampak dan peningkatan produktivitas dari penggunaannya masih sedang berlangsung. Kebahagiaan pengembang juga dapat didefinisikan dengan mengakui kontribusi mereka bukan hanya dari jumlah baris kode yang ditulis.

Selain itu, Copilot juga membawa semua alat yang dibutuhkan dalam satu lingkungan yang sama, mengurangi pergantian konteks antara alat-alat tersebut. Alat ini juga digunakan untuk wawancara coding dan onboarding pemrogram baru di perusahaan Shopify. Namun, perlu diingat bahwa hasil yang dihasilkan oleh Copilot dapat dipengaruhi oleh kurva pembelajaran prompt engineering.

READ  Samsung Galaxy S23 FE Diluncurkan di Indonesia: Ponsel Flagship Harga Terjangkau dengan Fitur Premium - Priangan News

OpenAI terus mengembangkan Copilot untuk menjadi lebih “personalized” untuk pengembang individu. Pada bulan Februari, GitHub akan merilis versi perusahaan Copilot yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Tujuan utamanya adalah mengentralisasi aliran pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan model aliran AI yang sama. Dengan adanya perkembangan ini, diharapkan bahwa penggunaan alat seperti Copilot akan semakin mempermudah dan meningkatkan efisiensi dalam pengembangan perangkat lunak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *