Gempa di Indonesia: Tanah Longsor Hancurkan Palu

1.649 tewas, 5.000 hilang. Inilah korban mengerikan di Indonesia, pascagempa Jumat, 28 September 2018. Gempa berkekuatan 7,5 SR mengguncang pulau Sulawesi, di tengah negeri, disusul tsunami yang terutama melanda kota Palau. Petobo, kumpulan desa, hampir terhapus dari peta. Sebagian besar lingkungan Palu ini tenggelam ke dalam bumi seolah-olah telah tersedot, ketika gempa bumi mengubah tanah menjadi pasir hisap, sebuah proses yang dikenal sebagai likuifaksi.

Pencairan tanah adalah fenomena yang terjadi pada tanah yang terdiri dari pasir atau lanau yang jenuh dengan air. Selama pengocokan, air naik dan bercampur di antara butiran yang tidak lagi disatukan. Tanah, yang kemudian menjadi cair seperti pasir pantai di tepi air, tidak bisa lagi menopang bangunan yang tenggelam atau bahkan roboh. Ini skenarionya Sains dan Masa Depan dibahas dalam artikel “The Real Big One That Will Hit America” ​​(edisi Mei 2018) dan yang mengancam banyak lingkungan di Seattle, Portland, dan Tacoma (barat laut Amerika Serikat).

PBB mengatakan sedang mencari $ 50,5 juta untuk mengimplementasikan sebuah rencana“kegiatan bantuan darurat segera” disusun dengan pihak berwenang Indonesia. Menurut organisasi internasional, itu adalah untuk membantu 191.000 orang selama tiga bulan ke depan. Bencana ganda tersebut menyebabkan kerusakan 65.000 rumah, 10.000 di antaranya hancur total akibat tsunami dan 15.000 rusak akibat gempa.

Dengan AFP

READ  Indonesia mempromosikan transformasi ekonomi dalam kepresidenan G20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.