fatwa “Halal” darurat terhadap vaksin Astrazeneca

Di Mauritius, vaksin Astra Zeneca (Covishield) dan Covaxin (Bharat Biotech) disetujui berdasarkan hukum Islam, dan oleh karena itu orang-orang percaya dapat divaksinasi, menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh Jummah Masjid pada 19 Maret.

Jummah Masjid menyatakan bahwa ramuan dan komposisi kedua vaksin tersebut telah dicatat dan dipastikan tidak ada “Haram” (dilarang oleh hukum tersebut).

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa terhadap vaksin AstraZeneca yang mengklaim mengandung jejak daging babi. Namun, para teolog dapat menggunakannya mengingat keadaan darurat di bidang kesehatan.

“Kekacauan besar fatwa menentang vaksin” berita utama dari majalah Indonesia Tempo edisi 20 Maret.

Kontroversi tentang fatwa yang diumumkan pada 19 Maret tidak boleh dianggap enteng. Indonesia menonjol sebagai negara pertama yang dinyatakan haram oleh Majelis Ulama [interdit] vaksin yang secara drastis dapat mengurangi jumlah korban pandemi. “Beberapa negara dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Malaysia, menggunakan vaksin ini tanpa ragu-ragu.”, promosikan Tempo dalam tajuk rencana.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan keadaan darurat penggunaan vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi nasional.

Ketentuan hukum, pemberian vaksin terhadap produk AstraZeneca ini ilegal karena tahap produksinya menggunakan babi yang berasal dari babi. Meski demikian, ada keadaan darurat yang menempati posisi darurat syar’i Ketua Mui Asrorun Niam Sholeh mengatakan pada konferensi pers online pada Jumat, 19 Maret.

“Saatnya kita bersatu mendukung percepatan program vaksinasi COVID-19 untuk mewujudkan imunitas kelompok atau imunitas kawanan dengan partisipasi yang optimal dari pihak kita, memutus rantai penularan virus. COVIFD-19. Saatnya agar kita bersatu untuk menghindari kontroversi yang tidak produktif. “, katanya di akhir konferensi pers.

READ  SELASA TEKNIS: Pembaruan Istanbul menunjukkan bahwa Red Bull masih berusaha membuka potensi penuh RB16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *