empat penangkapan perburuan harimau Sumatera terancam punah

Empat pria yang diduga melakukan perburuan telah ditangkap di Indonesia karena membunuh seekor harimau Sumatera yang terancam punah, kata polisi Senin dalam perang sengit melawan perdagangan hewan di negara di Asia Tenggara itu.

Dalam jumpa pers di Aceh, Sumatera Utara, kulit harimau, gigi dan tulang para tersangka disita dan diperlihatkan oleh polisi. “Keempat pria itu menangkap hewan yang dilindungi itu dalam perangkap dan membunuhnya,” kata juru bicara kepolisian Agih Margiyanta, seperti banyak orang Indonesia lainnya, hanya dengan satu nama.

5 700 euro untuk kulit

© Kredit foto: MaxPPP

Polisi yakin mereka adalah ‘bagian dari organisasi kriminal karena profesionalisme mereka dalam menangkap hewan’. Para tersangka juga memiliki gigi dan tulang beruang madu, spesies endemik Asia Tenggara, tambah polisi.

Pihak berwenang di Aceh yakin piala itu ditujukan untuk pembeli di luar daerah.

Pada bulan Januari, polisi provinsi menangkap seorang pria yang mencoba menjual kulit harimau seharga 90 juta rupee (5.700 euro), dan menurut pejabat setempat, beberapa lusin kejahatan perburuan telah dicatat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Traffic, sebuah organisasi internasional yang memerangi perdagangan hewan, hampir 80% kematian harimau Sumatera disebabkan oleh perburuan. Harimau Sumatera merupakan salah satu spesies yang paling terancam punah di dunia, menurut International Union for Conservation of Nature, yang memperkirakan kurang dari 400 individu yang masih hidup di alam liar.

READ  Sedikitnya 37 orang tewas setelah gempa bumi dahsyat di pulau Celebes, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *