Diamuk Keluarga Sandera, Israel Bantah Mau Banjiri Terowongan Hamas – Priangan News

Diamuk Keluarga Sandera, Israel Bantah Mau Banjiri Terowongan Hamas – Priangan News

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mendapat protes dan kecaman dari keluarga sandera yang telah dibebaskan namun masih ditahan oleh kelompok Hamas. Keluarga-keluarga ini mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap nasib keluarga mereka yang masih terjebak di Gaza.

Salah satu kekhawatiran terbesar mereka adalah terkait rencana Israel untuk membanjiri terowongan dengan air laut. Mereka takut bahwa tindakan ini akan membahayakan nyawa anggota keluarga mereka yang masih ditahan oleh Hamas.

Namun, pasukan pertahanan Israel (IDF) membantah rencana tersebut. Mereka mengklaim akan menggunakan metode lain untuk menghentikan operasi Hamas dan membawa pulang sandera yang masih ditahan.

Pembangunan sistem pompa air ini dilaporkan telah dimulai sejak pertengahan bulan November lalu. Masyarakat Palestina dan keluarga sandera merasa khawatir apakah pompa ini akan diaktifkan sebelum sandera-sandera tersebut dilepaskan.

Konflik antara Israel dan Palestina telah menelan banyak korban. Menurut laporan terbaru, jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Palestina mencapai 16.159 jiwa, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Situasi ini semakin memperburuk kondisi masyarakat Palestina dan menambahkan tekanan yang dirasakan oleh keluarga sandera yang masih ditahan. Mereka berharap perlindungan dan bantuan internasional untuk menyelamatkan orang-orang yang mereka cintai.

Dalam hal ini, pihak berwenang dan lembaga internasional diharapkan dapat bekerja sama dalam upaya mendesak pasukan Israel dan kelompok Hamas untuk mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri konflik yang telah berkecamuk selama bertahun-tahun. Negosiasi dan diplomasi harus menjadi prioritas utama demi terwujudnya perdamaian di kawasan tersebut.

READ  Gema Suara Pro-Palestina dari Penjuru Dunia saat Israel Kian Menggila - Priangan News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *