Daftar Fenomena Gerhana 2024 dan Waktu Terjadinya, Apa yang Terjadi? – Priangan News

Daftar Fenomena Gerhana 2024 dan Waktu Terjadinya, Apa yang Terjadi? – Priangan News

Selain Gerhana Matahari total, ada beberapa fenomena gerhana lain yang akan terjadi pada tahun 2024. Berikut ini adalah daftar fenomena gerhana di tahun 2024 beserta waktu terjadinya:

1. Gerhana Bulan Penumbra, pada tanggal 25 Maret 2024. Fenomena ini dapat diamati dari Indonesia bagian timur, namun hanya dalam waktu singkat setelah matahari terbenam. Bulan akan tampak sedikit gelap atau berkurang keindahannya. Gerhana ini berlangsung pada siang sampai sore hari di Indonesia.

2. Gerhana Matahari Total, pada tanggal 8 April 2024. Indonesia tidak akan terdampak oleh peristiwa gerhana ini. Gerhana Matahari Total akan melintasi wilayah Amerika Utara, Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Pengamat di sekitar Lautan Pasifik, bagian utara Amerika Selatan, Amerika Utara, Lautan Atlantik, Arktik, dan sebagian kecil bagian barat Eropa dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian.

3. Gerhana Bulan Sebagian, pada tanggal 18 September 2024. Fenomena ini hanya bisa disaksikan oleh pengamat di Amerika, Eropa, Afrika, sebagian wilayah Asia Selatan, Lautan Pasifik, Lautan Atlantik, Arktik, dan Antartika. Gerhana Bulan Sebagian akan berlangsung selama 4 jam 6 menit, tetapi gerhana sebagian akan berlangsung selama 1 jam 2 menit.

4. Gerhana Matahari Cincin, pada tanggal 2-3 Oktober 2024. Jalur Gerhana Matahari Cincin hanya melintasi wilayah Chile dan Argentina. Gerhana Matahari Sebagian akan terlihat di Amerika Selatan, sebagian kecil Amerika Utara, lautan Pasifik, lautan Atlantik, sebagian kecil Selandia Baru, dan Antartika. Gerhana Matahari Cincin ini akan berlangsung selama 7 menit 25 detik di lautan Pasifik dengan lebar wilayah yang dilalui gerhana cincin 266,5 km.

Itulah daftar fenomena gerhana yang akan terjadi pada tahun 2024 beserta waktu terjadinya. Walaupun bagian Indonesia hanya bisa menyaksikan beberapa fenomena gerhana dalam waktu yang singkat, kita tetap bisa menyaksikan fenomena ini lewat berbagai sumber informasi dan pengamatan yang disediakan oleh ahli astronomi.

READ  Bumi Terkena Amaterasu, Apa Itu? - Priangan News

(Total word count: 245 words)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *