Menteri Rini Minta BUMN Bersinergi Untuk Bantu Masyarakat

Tasikmalaya – Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno meminta supaya BUMN terus bersinergi untuk mendukung program peningkatan rasio elektrifikasi termasuk perbaikan taraf hidup masyarakat terutama mereka yang kurang mampu.

Dukungan itu ditunjukkan oleh Menteri Rini dengan melakukan kunjungan kerja ke Desa Cikupa, Kec.Karangnunggal Kab.Tasikmalaya bersama Plt Dirut Pertamina Nicke serta Dirut PT.PLN Sofyan Basyir Kamis (12/07).

”Kita terus mendorong agar BUMN terus bersinergi dalam meningkatkan jaringan listrik, bukan hanya masyarakat kurang mampu, namun bagi seluruh Masyarakat indonesia, karena BUMN hadir untuk rakyat,” tutur Rini.

Ditambahkan, alhamdullilah dengan sinergi PT.PLN dengan Pertamina, sekitar 400 KK notabene kurang mampu yang ada di Kab.Tasikmalaya sudah teraliri dan tersambung listrik.

”Saya kesini untuk memastikan jika keluarga kurang mampu yang selama ini belum menikmati listrik benar-benar sudah tersambung aliran listrik, alhamdulillah sekarang masyarakat khususnya di desa Cikupa ini sudah menikmati dan merasakan kehadiran listrik didalam rumah,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. PLN (Persero) Sofyan Basyir mengatakan, berdasarkan data, saat ini rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat sudah mencapai di angka 96,51 persen dengan jumlah KK yang belum teraliri listrik sebanyak 316.947 KK, sedangkan Kab.Tasikmalaya sendiri saat ini rasionya sudah mencapai angka 92 persen dengan jumlah KK yang belum teraliri sebanyak 28.977 KK.

”Kami akan terus bekerja dan bersinergi dengan BUMN-BUMN lainnya untuk pemenuhan kebutuhan listrik kepada masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu diseluruh indonesia agar bisa mengakses listrik, dukungan dari pemerintah pun menjadi semangat kami untuk bekerja dengan optimal dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” ungkap Sofyan.

Dia pun merinci, bantuan tahap pertama dari sinergi PT PLN bersama Pertamina dengan menyasar 40.000 KK yang berada di Provinsi Jawa Barat dan Banten terdiri atas Cianjur 8.000 KK, Garut 9.400 KK, Pangandaran 3.000, Sukabumi 7.000 KK, Tasikmalaya 10.000 KK serta Serang 2.600 KK.

”Bantuan ini bentuk kepedulian BUMN kepada rakyat indonesia agar semuanya dapat menikmati listrik sehingga mampu memperbaiki taraf dan kesejahteraan hidup rakyat,” pungkasnya. (SDT/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *