Demi : Rotasi Mutasi Pemkab Tasik Lebih Kepada “Titipan”

Tasikmalaya – Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya mempertanyakan landasan pemerintah daerah dalam melakukan rotasi mutasi ASN. Pasalnya, setiap rotasi mutasi yang dilakukan pemerintah sering berbuntut polemik dan perbincangan hangat di kalangan birokrasi maupun masyarakat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Demi Hamzah Rahadian menilai, rotasi mutasi di tubuh pemerintah Kabupaten Tasikmalaya lebih bernuansa politis dan kedekatan. Pasalnya banyak pegawai yang ditempatkan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, kepasitas dan kecakapan.

“Yang jadi aneh itu gini, kita punya database kepegawaian. Didalamnya itu lengkap semua, ada yang berprestasi dan ASN yang mendapatkan sanksi, tapi apakah ini jadi landasan? Bahkan saya ragu,“ papar Demi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/7).

Demi melihat, rotasi mutasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah lebih kepada “titipan“ atau adanya pembisik diluar Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Bahkan saya lihat Baperjakat bayangan ini malah lebih berperan. Ukurannya aneh bagi saya, banyak yang seharusnya disana malah disini, harusnya disini malah disana,“ tambah Demi.

Kedepan lanjut Demi, Fraksi PDI Perjuangan akan mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penjaringan sesuai dengan minat dan bakat ASN. Nantinya penjaringan ini akan menghasilkan komposisi birokrasi yang ideal.

“Kami akan dorong dilakukannya assessment sesuai dengan minat dan bakat. ASN yang berminat silahkan daftar disini, yang berbakat silahkan daftar disini dan nanti ada seleksi yang akhirnya muncul nama. Kalau tidak begini, saya khawatir ASN bermental penjilat. Karena ingin jabatan mereka patuh dan taat kepada pimpinan meskipun salah kaprah. Kalau dijaring secara terbuka lebih sportif persaingannya,“ pungkas Demi. (I.V/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *