Bintik matahari raksasa ini lebih besar dari bumi

Gambar baru telah dirilis dari observatorium matahari terbesar di dunia. Observatorium tersebut dinamakan Teleskop Matahari Daniel K Inouye dan terletak di pulau Maui di Hawaii. Para ilmuwan mengambil gambar tersebut pada 28 Januari 2020, tetapi baru saja dirilis ke publik. Bintik matahari raksasa yang terlihat di tengah foto di bawah ini lebarnya sekitar 10.000 kilometer.

Kata para ilmuwan bintik matahari cukup lebar sehingga bumi bisa muat di dalamnya dengan sedikit ruang tersisa. National Science Foundation memiliki teleskop dan merilis gambar tersebut pada hari Jumat bersama dengan video bintik matahari. Menurut peneliti, citra sunspot memiliki resolusi spasial sekitar 2,5 kali lebih tinggi dari yang dicapai sebelumnya.

Resolusi tersebut memungkinkan gambar untuk menunjukkan struktur magnetik sekitar 20 kilometer di permukaan matahari. Meski teleskop merupakan observatorium matahari terbesar di dunia, namun masih dalam tahap penyelesaian akhir. Gambar tersebut menunjukkan seberapa baik optik canggih teleskop dan cermin primer empat meter memungkinkan para ilmuwan untuk melihat matahari selama siklus matahari berikutnya.

Para ilmuwan dari proyek tersebut menunjukkan bahwa gambar tersebut bukan bintik matahari yang sama yang sekarang dapat dilihat dengan mata telanjang di matahari. Pada titik ini, perlu diperhatikan juga bahwa Anda tidak dapat melihat langsung ke matahari tanpa peralatan khusus. Makalah tentang bintik matahari yang terlihat di foto adalah yang pertama dari serangkaian artikel yang muncul di Fisika Matahari, yang dihasilkan dari data yang dikumpulkan oleh Observatorium.

Penampakan bergaris di bagian tengah bintik matahari yang lebih gelap menunjukkan bagaimana gas panas dan dingin bergerak keluar dari pusat yang lebih gelap dan merupakan hasil pahatan melalui pertemuan medan magnet yang kuat dan gas panas yang naik dari bawah. Bintik matahari yang gelap lebih sejuk daripada daerah sekitar matahari, tetapi masih sangat panas di atas 7500 derajat Fahrenheit.

READ  Total kasus virus korona di Jepang lebih dari 100.000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *