Berapa banyak air di atmosfer bumi?

– Sarah Barry / Shutterstock.com

Tidak seperti benda lain di Tata Surya, Bumi mengandung banyak air. Selain itu, sering disebut “planet biru”, karena dilihat dari luar angkasa, Bumi terlihat benar-benar biru. Memang, kita bisa melihat bahwa dibandingkan dengan benua, lautan mendominasi. Selain itu, lautan, laut, danau, dan sungai mewakili tidak kurang dari 75% dari total luas permukaan dunia. Dan perhatikan bahwa 96,5% persediaan air bumi berasal dari lautan. Namun, air tidak hanya tetap berada di permukaan bumi, tetapi menguap ke atmosfer. Oleh karena itu, yang terakhir mengandung sejumlah besar air.

Jumlah air di atmosfer

MenurutSurvei Geologi AS (USGS), volume semua air di Bumi diperkirakan hampir 332,5 juta mil kubik atau 1,4 miliar km2. Untuk lebih spesifiknya, 1 mil kubik air mengandung sekitar 1,1 triliun galon, yang dapat mengisi sekitar 1,66 juta kolam berukuran Olimpiade. Jadi sebagian dari air ini menguap dan mengembun membentuk awan karena siklus hidrologi.

Perhatikan bahwa air yang menguap tetap berada di atmosfer selama sekitar sepuluh hari. Dengan kata lain, atmosfer dibanjiri uap air. Ada setara dengan 37,5 triliun liter air di atmosfer. Dan mengikuti siklusnya setelah mengembun, air itu jatuh ke permukaan bumi dalam bentuk hujan. Namun, tidak semua air yang menguap keluar pada saat yang sama, lapor Ilmu Hidup.

– Vladi333 / ShutterStock.com

Bagaimana jika semua jumlah air itu jatuh sekaligus?

Jika semua air yang menguap pernah jatuh kembali pada saat yang sama, itu akan menaikkan permukaan laut global sekitar 1,5 inci, atau 3,8 cm. Kenaikan permukaan laut seperti itu tidak diragukan lagi akan memiliki konsekuensi bencana.

Di samping itu, Postingan Perubahan Iklim melaporkan bahwa jika permukaan laut global naik hanya 2 inci (5 cm), beberapa kota di seluruh dunia akan terpengaruh. Terutama kota-kota dataran rendah seperti Mumbai dan Kochi di India, Abidjan di Pantai Gading dan Jakarta di Indonesia. Kota-kota ini akan memiliki jutaan korban bencana karena penduduknya sudah rentan terhadap banjir pesisir.

READ  "Seperti badai salju, tapi mikroplastik": Ben berenang sejauh 626 km di sampah Pasifik

Namun, fakta bahwa semua air di atmosfer akan jatuh secara bersamaan tidak mungkin, dan itupun tidak akan jatuh secara merata di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.