Banjir tewaskan 23 orang di Pulau Flores, Indonesia

Sedikitnya 23 orang tewas dan dua hilang setelah banjir tiba-tiba di pulau Flores di Indonesia timur, kata pihak berwenang, Minggu.

“Banjir bandang yang terjadi dini hari (Minggu) itu menewaskan 23 orang, luka-luka 9 orang dan hilang dua orang,” kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati.

Hujan deras ini menyebabkan banjir di beberapa kabupaten di Pulau Flores yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, pada Minggu sekitar pukul 01:00 (17:00 WIB Sabtu), beberapa jam sebelum dimulainya perayaan Paskah.

Menurut Jati, puluhan rumah tertimbun lumpur karena jembatan dan jalan di bagian timur pulau itu hancur.

Satu-satunya jalur akses sekarang melalui laut, dari Pulau Adonara, “tetapi curah hujan dan gelombang besar tidak memungkinkan penyeberangan,” kata Jati kepada AFP.

Kondisi cuaca ekstrem diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang minggu di wilayah ini.

Selain itu, pada hari Minggu, banjir yang disebabkan oleh hujan lebat melanda kota Bima, di provinsi tetangga Sunda Barat (Nusa Tenggara Barat), menewaskan dua orang, menurut badan tersebut.

Bendungan meluap dan menenggelamkan hampir 10.000 rumah di Bima setelah sembilan jam diguyur hujan, kata Jati.

Tanah longsor dan banjir bandang sering terjadi di kepulauan Indonesia, terutama saat musim hujan. Tetapi para konservasionis memperingatkan bahwa penggundulan hutan menguntungkan bencana-bencana ini.

Pada bulan Januari, 40 orang Indonesia tewas dalam banjir di kota Sumedang di Jawa Barat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan bahwa 125 juta orang Indonesia, atau sekitar setengah dari populasi nusantara, tinggal di daerah yang berisiko longsor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *