Bagaimana Jarak Bumi dan Bulan Tahun 2024? Ini Penjelasan BMKG – Priangan News

Bagaimana Jarak Bumi dan Bulan Tahun 2024? Ini Penjelasan BMKG – Priangan News

Metode perhitungan dan pengamatan astronomi telah mengungkapkan bahwa Bulan tidak selalu berada dalam fase yang sama saat berada pada posisi perige dan apoge pada tahun 2024. Menurut gambar-gambar yang menggambarkan fase-fase Bulan, jarak Bumi-Bulan, dan waktu saat Bulan berada di perige dan apoge, terlihat bahwa Bulan mengalami berbagai fase pada kedua posisi tersebut.

Sebagai contoh, pada 10 Maret 2024, Bulan berada pada posisi terdekat dengan Bumi dan hanya 1 jam 55 menit kemudian, Bulan berada pada fase bulan baru. Hal serupa terjadi pada 25 Februari 2024, saat Bulan berada di apogee dengan jarak 406.311 km, dan hanya 26 jam 30 menit sebelumnya, Bulan berada pada fase purnama.

Pada tanggal 17 Oktober 2024, ketika Bulan berada dalam fase purnama yang mendekati saat Bulan berada di perige, semi diameter Bulan yang tampak dari Bumi mencapai 16’ 42,79”. Kemudian, pada 24 Februari 2024, saat Bulan berada di posisi apoge, semi diameter Bulan mencapai 14’ 42,84”.

Selain itu, pada tahun 2024, juga terjadi fenomena supermoon atau bulan purnama perige pada 21 Agustus 2024, 18 September 2024, 17 Oktober 2024, dan 14 November 2024. Ukuran semi diameter Bulan pada fenomena ini lebih besar dari 16’ 30”. Sedangkan, fenomena minimoon atau bulan purnama apoge terjadi pada 25 Februari 2024 dan 23 Maret 2024, dengan ukuran semi diameter Bulan lebih kecil dari 14’ 45”.

Hal ini menjelaskan bahwa Bulan adalah benda langit yang mengorbit Bumi, dan bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi akan berubah-ubah karena pantulan sinar Matahari. Metode perhitungan dan pengamatan astronomi akan terus digunakan untuk mengungkap misteri dan fenomena alam semesta yang menarik seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *