Apakah ada hewan raksasa yang belum kita temukan?

—Michael Rosskothen / Shutterstock.com

Pencarian jejak hewan besar terus meningkat. Pada tahun 2020, para peneliti mengklaim telah menemukan apa yang tampak sebagai hewan tertinggi di bumi. Penemuan ini dilakukan di sekitar Australia di ngarai laut dalam. Ini adalah siphonophore yang berukuran sekitar 45 meter. Berdasarkan Ilmu Hidupsiphonophores hidup antara 700 dan 1.000 meter di bawah permukaan laut.Setelah penemuan besar ini, para ilmuwan menjadi lebih tertarik pada raksasa yang menghuni Bumi miliaran tahun yang lalu.

hewan yang mengesankan

Bukan hanya pada tahun 2020 para arkeolog telah menemukan hewan yang mengejutkan. Pada tahun 2011, mereka menemukan bangkai spesies paus yang terdampar di pantai Selandia Baru, dan baru pada tahun 2021 para ilmuwan dapat mengidentifikasinya. Itu adalah ikan paus. Itu Konservasi Paus dan Lumba-lumba bahkan diklaim bahwa paus jenis ini jarang terlihat di permukaan dan hidup di kedalaman lautan.

Hewan kolosal zaman kita adalah gajah Afrika. Tingginya mencapai 4 meter dan beratnya bisa mencapai 11 ton. Selain hewan sabana ini, ada juga primata yang tingginya bisa lebih dari 1,50 meter. Inilah Orangutan Indonesia yang ditemukan pada tahun 2017.

Para peneliti kembali ke era prasejarah

Sebagai hasil dari banyak penemuan ini, para ilmuwan melihat lebih dekat pada raksasa yang telah punah. Ini adalah dinosaurus sauropoda. Mereka adalah herbivora besar dengan leher panjang. Menurut Paul Barret, ahli paleontologi di Museum London, spesies dinosaurus ini setara dengan enam atau tujuh gajah Afrika besar. Di Argentina para arkeolog menemukan fosil titanosaurus. Sekitar tahun 1993, mereka menemukan tulang dinosaurus ini, dan menurut penelitian yang dilakukan pada mereka, mereka setinggi 35 meter dan beratnya mencapai 77 ton.

Pada tahun 2014, mereka menemukan tulang milik keluarga titanosaurus, tapi itu jauh lebih panjang daripada yang ditemukan di Argentina. Mereka lebih kecil karena beratnya hanya 60 ton tetapi tingginya mencapai 37 meter. Penemuan terbaru dibuat pada tahun 2021. Namun para arkeolog mengatakan mereka belum mempelajari sampel tersebut secara mendalam untuk mengetahui semua informasi tentangnya.

READ  Beberapa - tetapi tidak semua - restoran Tokyo tutup lebih awal karena virus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.