Amerika Serikat berencana untuk membuka kembali perbatasan untuk pelancong yang divaksinasi

“Washington sedang mengembangkan ‘pendekatan bertahap’ yang berarti semua orang asing yang datang ke Amerika Serikat harus diimunisasi penuh,” kata seorang pejabat Gedung Putih.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Rabu (4 Agustus) bahwa Amerika Serikat, yang perbatasannya tetap tertutup bagi banyak pelancong asing, termasuk orang Eropa, pada akhirnya akan membuka akses ke wilayahnya bagi orang-orang yang telah divaksinasi sepenuhnya.

Washington mengembangkan “pendekatan bertahap, yang berarti, dengan pengecualian terbatas, bahwa semua orang asing yang datang ke Amerika Serikat dari semua negara harus diimunisasi lengkap‘, kata sumber ini, tanpa melepaskan kalender.

Kelompok kerja mendedikasikan diri untuk pertanyaan ini “Apakah saya mengembangkan kebijakan untuk siap pindah ke sistem baru ini pada waktu yang tepat”, kata pengemudi.

Nadanya sangat hati-hati, tetapi tetap merupakan perkembangan bagi Amerika Serikat, yang pada 26 Juli masih tidak mau mendengar tentang tes atau vaksin untuk membuka kembali perbatasannya.

Saat ini, pelancong dari Eropa, India, Brasil, atau China tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat kecuali karena alasan tertentu yang memaksa. Washington sejauh ini tuli terhadap seruan untuk timbal balik, terutama dari Eropa.

Sementara negara-negara Uni Eropa telah memutuskan untuk membuka kembali perbatasan mereka sendiri ke Amerika, asalkan mereka telah divaksinasi terhadap Covid-19 atau menghadapi tes negatif, pelancong dari wilayah Schengen, dari Inggris Raya dan Irlandia tidak memasuki Amerika Serikat. Serikat sejak Maret 2020.

READ  Jakarta menambahkan 951 kasus COVID-19 pada hari Sabtu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *