Amerika Dikucilkan di PBB karena Bela Israel, Rusia Puas – Priangan News

Amerika Dikucilkan di PBB karena Bela Israel, Rusia Puas – Priangan News

Amerika Serikat (AS) mendapat dukungan dari sekutunya dalam menolak permintaan gencatan senjata Gaza pasca serangan Israel. Namun, keputusan mereka ini menyebabkan AS dikucilkan di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagai tindak balas, AS memveto Dewan Keamanan (DK) PBB dan tidak memberikan dukungan pada sidang umum lembaga tersebut tentang perdamaian Gaza, meskipun mayoritas anggota mendukung termasuk beberapa sekutu AS.

Rusia menyambut baik kecaman yang diterima AS dari PBB karena dukungannya terhadap Israel. Dalam sebuah pernyataan, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menuduh AS memberikan izin untuk membunuh di Gaza dan memikul tanggung jawab atas korban konflik di Gaza.

Sidang PBB menghasilkan keputusan yang tegas, di mana 153 negara setuju dengan gencatan senjata, 8 negara menolak, dan 23 negara memilih untuk abstain. Keputusan ini menunjukkan bahwa mayoritas negara di PBB mendukung upaya perdamaian di Gaza.

Dalam konteks politik internasional, diplomat Rusia melihat konflik di Timur Tengah sebagai peluang untuk mengatur ulang posisi mereka di PBB dan menyoroti standar ganda AS dalam perang tersebut. Rusia percaya bahwa AS telah memihak pada Israel tanpa mempertimbangkan korban dan penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina.

Kehadiran konflik di Gaza telah menjadi isu yang memanas di dunia internasional dan khususnya di PBB. Amerika Serikat sebagai negara adidaya di dunia seringkali menjadi sorotan karena keputusannya yang kontroversial. Sudah menjadi tugas kita sebagai masyarakat untuk terus memperhatikan perkembangan konflik ini dan mendorong tercapainya perdamaian di Gaza.

Dengan dikucilkannya AS di PBB karena keputusannya yang kontroversial ini, kita dapat melihat perkembangan politik internasional yang menarik. Rusia sebagai salah satu negara dengan kekuatan politik mengambil kesempatan ini untuk mengambil peran lebih besar dalam upaya perdamaian di Timur Tengah. Kita akan terus memantau perkembangan selanjutnya dan melaporkannya kepada pembaca setia Priangan News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *