5 solusi untuk melestarikannya

Selasa ini, 8 Juni, hari laut sedunia, dibuat oleh PBB pada tahun 2008. Tujuan dari hari ini adalah untuk membuat warga sadar akan pengelolaan sumber daya laut yang lebih baik dan perlindungannya.

Lautan memang berperan penting dalam mengatur suhu bumi. Mereka juga memainkan peran ‘paru-paru bumi’ dengan memproduksi oksigen dan menangkap karbon dioksida, terutama berkat fitoplankton, organisme tumbuhan yang sangat kecil.

Lautan juga merupakan rumah bagi sebagian besar dari keanekaragaman hayati duniawi. Dengan sekitar 250.000 spesies laut yang dijelaskan, diperkirakan ada antara 500.000 dan lebih dari 10 juta spesies di laut dan samudera dunia.

Tetapi lautan saat ini memiliki banyak bahaya: polusi plastik, pemanasan global, penangkapan ikan yang berlebihan … Untuk mengatasinya, ada beberapa solusi. Meskipun mereka tidak akan cukup sendirian, mereka dapat menawarkan harapan untuk meningkatkan kesehatan lautan.

1. Manta, pembersih laut

Ini adalah proyek yang RTL.fr berbicara dengan Anda sejak 2017. Manta adalah proyek untuk membersihkan laut, dipimpin oleh navigator Yvan Bourgnon dan asosiasi TheSeaCleanners. Prinsip: perahu layar yang dapat beroperasi 50 hingga 75% dari waktu tanpa bahan bakar fosil, dan akan mengarungi lautan untuk mengumpulkan sampah dan mengubahnya menjadi komponen yang berguna.

Proyek ini harus mengarah pada peluncuran kapal pada tahun 2024. Sementara itu, kapal pengumpul sampah dan minyak lainnya, Mobula 8, ditawarkan pada 2 Juni. Dia diharapkan memulai misi pertamanya ke Indonesia pada akhir musim gugur 2021.

2. Membersihkan lautan, penghalang mengambang

LSM Belanda The Ocean Cleanup juga telah mengembangkan solusi untuk mendaur ulang plastik. Asosiasi menjadi terkenal karena proyeknya penghalang mengambang yang mengumpulkan sampah, dan diuji dari San Francisco. Namun, pada 2019, penghalang itu pecah, yang mengakhiri eksperimen.

READ  Dokter NHS 'berebut' untuk mendapatkan vaksin di tengah kekhawatiran pada varian Covid | Berita Dunia

The Ocean Cleanup telah menerapkan sistem baru yang serupa di Samudra Pasifik dan juga berfokus padanya. daur ulang limbah sungai, berkat sistem ban berjalan dan struktur yang disebut penangkap yang mengolah sampah.

3. Kawasan lindung laut

Kawasan lindung laut adalah ruang yang diberi batas untuk memenuhi tujuan perlindungan lingkungan. Ada berbagai jenis, dengan tingkat perlindungan yang berbeda. Memancing dan kegiatan rekreasi tertentu diatur, atau bahkan dilarang, untuk dilakukan biarkan keanekaragaman hayati berkembang dengan tenang.

Di tahun 2019, 23,5% perairan Prancis adalah wilayah laut yang dilindungi, hanya 1% pada tahun 2007. Pada bulan April 2020, a belajar yang dilakukan oleh Center for Insular Research and Environmental Observation di Mediterania, namun diperkirakan hanya 0,23% laut yang memiliki tingkat perlindungan tinggi. Sebuah temuan yang seharusnya menggerakkan pihak berwenang untuk memperkuat tingkat perlindungan wilayah laut.

4. Terumbu buatan

Itu terumbu buatan juga merupakan cara untuk melestarikan keanekaragaman hayati laut. Ini adalah struktur yang dapat dibuat dari bahan keras yang berbeda berfungsi sebagai tempat berlindung bagi hewan laut, terutama remaja, atau sebagai substrat bagi tumbuhan, bunga karang, dan karang tertentu untuk turun. Beberapa asosiasi juga menanam kembali karang di terumbu buatan.

Terumbu buatan tidak benar-benar memungkinkan lingkungan laut, tetapi mereka melemahkan perusakan lingkungan oleh manusia.

5. Terlibat dalam menyelamatkan lautan

Untuk menyelamatkan lautan, keterlibatan masyarakat tetap menjadi metode yang efektif. Hal ini dapat berubah melalui kebiasaan sehari-hari mereka, seperti mengurangi sampah, atau mengkonsumsi lebih bertanggung jawab.

Bisa juga donasi ke asosiasi yang bekerja untuk melindungi lautan, atau jika sukarelawan terlibat. Solusi terakhir, dan tidak kalah pentingnya, adalah memilih perwakilan yang memasukkan perlindungan laut dalam program mereka atau mendorong pejabat terpilih untuk bertindak ke arah ini.

Editor merekomendasikan Anda


Baca lebih banyak

READ  Wanita sangat penting untuk mencapai 'inklusi keuangan' global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *