LSM Wisma : Tekan Penyebaran Virus HIV/AIDS, Pemda Ciamis Harus Pro Aktif Sosialisasi

Sosialisasi LSM Wisma Penanggulangan HIV/AIDS, Kabupaten Ciamis, di Gedung Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Jumat (20/4/2018). Foto : (AS) 

Ciamis, (PrianganNews.com) – Tahun 2018 pengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Ciamis mencapai 16 Kasus. Dari jumlah kasus tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2017 lalu, penyebab tingginya kasus ini dikarenakan kurangnya penanggulangan serta sosialisasi Pemerintah Kabupaten Ciamis kepada Masyarakat.

“Yang sudah terdata di Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis di tahun 2018 ini pada bulan maret sudah mencapai 16 kasus yang mengidap penyakit HIV/AIDS. Tetapi, bagi saya dari jumlah itu wajar, dikarenakan Pemerintah Kabupaten Ciamis juga tidak serius dalam penanggulangan penyakit HIV/AIDS kepada masyarakat,”ungkap, Ketua LSM Wisma Penanggulangan HIV/AIDS, Kabupaten Ciamis, Deni Wahyu, seusai sosialisasi HIV/AIDS, di Gedung Aula Kantor Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Jumat (20/4/2018).

Deni, mengungkapkan, harusnya di setiap intansi juga harus bisa mensosialisasi serta promosi kepada masyarakat terkait penyakit HIV/AIDS. Jadi jangan hanya mengandalkan Dinas Kesehatan saja, semua pihak wajib ikut serta dalam permasalahan kasus ini.

“Untuk saat ini masih Dinkes yang sosialisasikan, harusnya semua Dinas juga wajib, misalkan, Dinas Pendidikan (Disdik) sosialisasi di sekolah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) mensosialisasikannya itu di seluruh Kantor Desa se-Kabupaten Ciamis, dan seterusnya seperti itu,”ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk mengurangi tingkat kasus HIV/AIDS ini, LSM Wisma Kabupaten Ciamis hanya bisa promosi serta sosialisasi dan pencegahan kepada masyarakat seadanya, dikarenakan tidak memiliki pendamping yang bisa maksimal karena terbentur dengan biaya.

“Kalau di Ciamis di tataran Pemerintah sih, ini bukanlah tahapan sosialisasi lagi. Harus bisa memikirkan tindak lanjut dari kegiatan, jangan sosialisasi saja karena masyarakat juga pasti tidak mungkin memahami kalau tidak ada pergerakan dari Pemerintah,”kata Ia.

Oleh karena itu, Lanjut Deni, dengan tingginya kasus ini, kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis harus terus melakukan koordinasi dan memberikan pemahaman kepada stokholder terkait, karena semua instansi juga harus peduli dengan kasus HIV/AIDS.

“Kalau memang ingin menurunkan angka kasus HIV/AIDS di Ciamis, Pemkab dan stokholder serta semua intansi harus bergerak turun ke lapangan, karena kalau bukan kita siapa lagi yang bisa merubah,”pungkasnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *