Lawan Radikalisme Di NKRI Dengan Jihad Pendidikan

Dialog Interaktif bersama puluhan mahasiswa IAID Darusalam Ciamis, Jumat (20/4/2018), bertempat di Aula Gedung Jendral Sudirman, Ponpres Darussalam. Foto : (AS) 

Ciamis, (PrianganNews.com) – Dalam rangka memberikan pencerahan terkait Radikalisme yang saat ini sedang berkembang di Indonesia, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis menggelar Dialog Interaktif bersama puluhan mahasiswa IAID Darusalam Ciamis, Jumat (20/4/2018), bertempat di Aula Gedung Jendral Sudirman, Darussalam.

Kegiatan tersebut mengusung tema mengikis radikalisme untuk membumikan islam rahman dan ramah. Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Ustadz Asep H. Arsyad Al Sada AD, sebagai salah satu tokoh pengrajin penegak syariat islam.

“Saat ini radikalisme cukup berkembang di NKRI, maka dari itu kami memanfaatkan momen ini sekaligus menghadirkan sosok yang pernah terlibat di dalamnya yaitu Ustadz Asep H. Arsyad Al Sada AD,”ujar Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Darusalam Ciamis KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MAg.

Kang Icep sapaan akrabnya, KH. Fadlil, mengatakan, dengan adanya Ustadz Asep sangat memberikan pencerahan kepada peserta, karena masa lalu biarlah berlalu. Tapi sekarang kedepannya bagaimama menjalin kekuatan berjamaah bersama-sama membangun NKRI.

“Kekuatanya itu ada di Indonesia, ini adalah kesatuan umat, sekarang berjihad lebih baik terhadap pendidikan dari pada berjihad dengan peperangan,”katanya.

Ia mengungkapkan, untuk membumikan islam secara keseluruhan itu merupakan semua komponen yang sesuai dengan konsep islam. Salah satunya dengan sila yang ada di Pancasila itu selaras dengan kaidah Madinah.

“Madinah itu adalah piagam madinah yg dijadikan oleh Rosul sebagai konstitusi madinah yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara di madinah almunawaroh dan yang memimpinnya langsung Rosululloh,”ungkapnya.

Lanjut dia, Pemahaman radikalisme saat ini
tergantung dari kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah, timbulnya terorisme dan radikalisme adanya ketidakadilan,
perhatian Pemerintah kepada masyarakat terutama mayoritas muslim.

“Sebagian diantara mayoritas ada sebagian kecil yang memang merasa terkikis dan terganggu serta terintimidasi bahkan merasa tertindas. Disitulah muncul bintik-bintik terorisme, maka dari itu agar tidak terjadi, masyarakat kita harus diberikan pencerahan- pencerahan seperti ini,”imbuhnya.

Icep, menjelaskan, perjuangan bangsa ini masih panjang maka berjuanglah. Kalau dikalahkan pendidikan maka perjuangan jihad melalui pendidikan. Mendidik keluarga, umat, masyarakat lingkungan dan bangsa ini dengan sebaik-baiknya, bukan dengan radikaliame.

“Jadi pendidikan itu salah satu sarana untuk menyelaraskan kecarut marutan bangsa ini. Dimanapun, bukan hanya bangsa indonesia, orang yang memberitakan pendidikannya dia akan maju bukan terpuruk. Ketika terpuruk disitu timbul radikalisme dan teroriame karena ketidak adilan muncul,”pungkasnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *