Kang Icep : Islam Itu Sangat Kompotibel Dengan Konsep Perislaman

Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Darusalam (IAID) Kabupaten Ciamis ikuti Dialog Interaktif, bertempat di Gedung Aula Jendral Sudirman, Kampus Darussalam Kabupaten Ciamis, Senin (23/4/2018). Foto : (AS) 

Ciamis, (PrianganNews.com) – Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Darusalam (IAID) Kabupaten Ciamis ikuti Dialog Interaktif, yang digelar Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, dengan mengusung tema Demokrasi dan Nasionalisme Dalam Persepektif Islam, bertempat di Gedung Aula Jendral Sudirman, Kampus Darussalam Kabupaten Ciamis, Senin (23/4/2018).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala MUI Kabupaten Ciamis KH. Ahmad Hidayat, SH. MH, dan Kepala Kementrian Agama Kabupaten Ciamis, KH. Drs. Agus Abdul Kholik MM, serta Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Darusalam Ciamis KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MAg.

“Demokrasi dalam islam itu sangat kompotibel dengan konsep perislaman yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ciri dari demokrasi islam itu adalah al musyawaroh atau musyawarah, kemudian al adalah atau keadilan,”ujar KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MAg sebagai Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam.

Kang Icep sapaan akrabnya, mengatakan, musyawarah dan keadilan itu bagian dari ciri demokrasi santri dalam persepektif Islam yang tercantum dalam misak madinah. Misak madinah yang berarti siaga madinah atau madinah partai yang menjadi standar konstitusi Pemerintahan Madinah di jaman Rosulluloh SAW.

“Makanya nasionalisme demokrasi itu yang tidak kebablasan, berarti kompotibel yang cocok dalam pandangan persepektif islam,”kata Ia.

Menurutnya, Al musyawarah dan Al adalah Al musyawah berarti persamaan, serta Al khoriyah atau kebebasan. Kebebasan ini bukan kebebasan kebablasan tapi kebebasan berpikir. Saling harga menghargai, pemikiran yang berbeda itu adalah bagian dari persepektif islam bukan ketika berbeda saling menghantam.

“Ketika perbedaan itu timbul maka bersatulah dalam perbedaan, dikarenakan dalam konsep Islam perbedaan dikalangan manusia itu ketika apapun yang terjadi ketika ada perbedaan. Maka menjadi rohmah yang dapat diartikan kasih sayang dari perbedaan itu sendiri,” paparnya.

Ia mengungkapkan, demokrasi yang ada di Indonesia itu sudah selaras ketika demokrasinya bukan demokrasi kebablasan tapi demokrasi pancasila.

“Kita kan punya demokrasi pancasila, dan pancasila itu adalah ruh dari nilai-nilai bagaimana membangun pemerintahan yang adil, berkeadaban, mengangkat harkat martabat, persamaan serta hak dan tanggung jawab itu bagian dari ajaran islam ketika Rosulloh mendirikan pemerintahan di Madinah, “jelasnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *