Cegah Peredaran Narkoba, 23 Tokoh Masyarakat Garut Bentuk DPD PANNA

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Nafza Nusantara Amartha (PANNA) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto : (Jank)

Garut, (PrianganNews.com) – Guna mencegah peredaran Narkoba di Kabupaten Garut, sebanyak 23 Tokoh Masyarakat perwakilan dari Kecamatan se-kabupaten Garut, membentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pergerakan Anti Nafza Nusantara Amartha (PANNA), bertempat di Gedung Aula Media Center Diskominfo Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (22/04/2018).

Ketua terpilih PANNA, Igie N Rukmana, mengatakan, pembentukan Organisasi PANNA ini untuk mengantisipasi peredaran Narkoba dan Obat obatan terlarang, khususnya di Kabupaten Garut. Dikarenakan, saat ini peredaran Narkotika dan obat obatan terlarang di kabupaten Garut sudah cukup menghawatirkan. Sehingga perlu adanya tindakan dan pencegahan melibatkan masyarakat.

“Kepengurusan ini akan segera dikukuhkan sebagai mitra Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian. Semua yang ada dalam kepengurusan dapat bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing,”kata Ia.

Igie mengaku, PANNA ini bergerak dalam penanganan preventif atau pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang, khususnya di Kabupaten Garut.

“Organisasi PANNA ini merupakan bagian dari Yayasan Amartha yang independen dan fokus dalam melakukan upaya pencegahan¬† merebaknya penggunaan Narkoba di Indonesia,”ungkapnya.

Egie mengungkapkan, siapapun yang memiliki komitmen dalam menolak beredarnya Narkoba, maka harus mendukung program dan gerakan PANNA. Selain memberikan upaya pencegahan, kedepannya pihaknya pun akan memberikan program konseling dan sosialisasi ke sekolah-sekolah dalam bentuk penyuluhan dan pencegahan Narkoba.

Selain tinggal melaksanakan pengukuhan kepengurusan, Lanjut Egie, agenda terdekatnya juga akan melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi terhadap para siswa dengan tetap menjadi mitra BNN dan Polri.

Dalam acara pembentukan pengurus PANNA tersebut, masing-masing tokoh perwakilan dari 23 Kecamatan se-Kabupaten Garut itu, berasal dari berbagai profesi, diantaranya, Pengacara, Bidan, staff Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Wartawan, Aktivis, Pengusaha hingga Sekretaris Desa, yang turut ambil bagian dengan menjadi pengurus PANNA Kabupaten Garut.

Terbentuknya kepengurusan PANNA tersebut didasari intruksi pengurus DPW PANNA Jawa Barat, dan landasan AD/ART yang ada di Yayasan Amartha.

“Sebelumnya, kami telah mengirimkan surat tembusan kepada BNNK Garut dan Kapolres Garut melalui Kasat Narkoba Polres Garut, serta Kesbangpol Kabupaten Garut,”tukasnya. (Jank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *