Puskesmas Menyatakan Kasus Stunting di Rancah Sangat Tinggi, Ibu Hamil Harap Waspada

Hits: 30

BERITA CIAMIS, (Priangannews.com) Dinas Kesehatan Ciamis melalui Puskesmas bekerja sama dengan Posyandu dan Tim Pengerak PKK terus memverifikasi seluruh anak di Ciamis terkait kasus stunting.

Stunting adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia dua tahun atau 1000 hari pertama kehidupan.

Beberapa waktu lalu Puskesmas Rancah telah mengikuti sosialisasi strategi nasional percepatan penurunan stunting. Beranjak dari hal itu, dilakukan penghimpunan data ke tingkat Desa dan ini merupakan program 2019 Puskesmas yang akan terus di sosialisasikan ke semua desa yang berada di kecamatan Rancah.

Hasilnya, kasus stunting di kecamatan Rancah sekitar jumlah varitas stunting sebanyak 250 anak.

“Dari 13 Desa di kecamatan Rancah, Dua Desa terdapat status stunting di atas standar yakni maksimal 20 persen yaitu Desa Cisontrol dan Desa Situmandala” ungkap Yosi Garniwa. dr.MM. kepala UPTD Puskesmas Rancah. Rabu (31/07/2019).

Meski demikian, “Dua Desa tersebut masuk kategori hati-hati. Apabila tidak dilakukan intervensi dan monitoring lanjutan, maka ini akan semakin bertambah persentase stuntingnya” ungkap Yosi.

Banyaknya jumlah kasus stunting karena penyebabnya beragam. Mulai dari gen, anak yang kurang sehat, atau anak tersebut memiliki kelainan sejak bayi. Penjaringan akan terus dilakukan melalui Sosialisasi ke setiap Desa serta Posyandu.

“Kami berharap jumlah kasus bisa menurun, karena saat ini pemerintah juga sudah melaksanakan kegiatan untuk pemeriksaan ibu hamil” sebutnya.

Yosi menambahkan, penyebab stunting lainnya adalah ibu hamil yang kekurangan sel darah merah atau anemia. Kemudian, ibu hamil yang kekurangan makanan tambahan. Untuk itu pihaknya berupaya meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui Posyandu hingga PKK.

“Penyuluhan agar balita stunting diberi ASI eksklusif di usia 0-6 bulan. Usia berikutnya diberi pendamping makanan tambahan. Perhatian kepada ibu hamil agar kebutuhan gizi terpenuhi juga kami lakukan” jelasnya. (Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: