Jembatan yang Rusak Ini Belum Di Perbaiki Hingga Saat Ini

Hits: 8

BERITA TASIKMALAYA, (priangannews.com) Kondisi jembatan penghubung Kecamatan Purbaratu dan Kecamatan Manonjaya Kota/Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini belum juga diperbaiki.

Padahal jembatan ini sudah rusak sejak 2000 silam sejak adanya pemisahan pemerintahan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Warga setempat sangat membutuhkan jembatan tersebut agar aktivitas harian berjalan lancar. Apalagi sebagai jembatan penghubung antara Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya dengan Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Kondisi jembatan sangat memprihatinkan, bagian bawah sudah berkarat dan pelat sudah berlubang sangat parah ditambah bantalan sudah berlubang, tidak menutup kemungkinan lambat laun akan memakan korban.

Jembatan permanen di perbatasan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang mengalami kerusakan parah dibiarkan. Meski warga sudah mengajukan perbaikan namun belum juga diperbaiki. Akibat kerusakan tersebut kini tidak bisa dilewati roda empat. Hanya saja bisa dilalui oleh roda dua, itu pun harus penuh dengan hati-hati.

Jembatan gobang mengalami kerusakan cukup lama, sehingga kini jembatan tersebut tidak bisa lagi di lintasi oleh kendaraan roda empat.

Bagi warga, keberadaan jembatan gobang tersebut sangat berguna karena bisa memotong jarak tempuh baik bagi warga Manonjaya yang mau ke kota atau warga kota yang mau ke Manojaya, sebab jika harus berputar bisa menempuh jarak hingga 30 km.

Bagi warga Manonjaya yang bekerja di Kota Tasikmalaya ini terpaksa harus melewati jembatan gobang yang rusak parah, sehingga kalau lewat harus hati-hati. Tak sedikit sepeda motor yang lewat terperosok karena kondisi kayunya sudah lapuk.

Menurut warga setempat Atos Suharto (45) Senin (17/06/2019) Mengatakan,”kerusakan jembatan tersebut sudah bertahun-tahun belum diperbaiki, padahal jembatan tersebut sangat berguna bagi warga Kota dan Kabupaten. Bahkan kini sudah tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda empat, karena kayu sebagai bantalannya sudah tidak ada. Sekarang masih bisa dilalui roda dua, itu pun hanya karena inisiatif warga agar bisa dilalui meskipun jauh dari kelayakan untuk dilintasi” ujarnya.

Diduga pembiaran jembatan tersebut akibat adanya saling klaim kewajibam perbaikan antara Kota dan Kabupaten setelah adanya pemisahan pemerintahan dari tahun 2000 yang lalu. (Andri Achmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: