IPNU Kota Banjar: Wasapada Terhadap Gerakan Karim di Kalangan Pelajar

Hits: 26

BERITA BANJAR, (priangannews.com) – Konferensi Cabang (Konfercab) VII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Banjar, yang digelar di Aula Baznas pada hari Sabtu (16/3), menghasilkan beberapa rekomendasi eksternal.

Rekomendasi tersebut salah satunya mendorong Pemerintah Daerah untuk mewaspadai, mencegah dan meminimalisir gerakan masuknya Komunitas Rayatul Islam (Karim) ke kalangan pemuda dan sekolah-sekolah.

Ketua Demisioner PC. IPNU Kota Banjar, Aji Muhammad Iqbal mengatakan, setelah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bubar, kini telah lahir Komunitas Rayatul Islam (KARIM) yang merupakan organ taktis dari eks HTI yang menggeliat menyebarkan paham khilafah, menyerang anak muda yang sasarannya adalah komunitas pemuda dan siswa-siswa di sekolah.

“Pemerintah Daerah harus waspada dan meminimalisir gerakan tersebut. Jika di Kota Banjar sudah ada, maka pemerintah daerah harus bersikap tegas dan mesti ambil tindakan. Karena jika dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi generasi kita yang akan datang,” katanya, kepada PrianganNews, Minggu (17/3).

Menurut Aji, HTI memang dibubarkan, namun gerak ideologis mereka tak akan pernah mati.

“Gerakan KARIM itu memang tak akan menyebut HTI, namun tujuan dan misinya tetap sama dengan HTI,” tuturnya.

Aji menambahkan, KARIM melegitimasi bendera Tauhid sebagai simbol tegaknya khilafah Islamiyah. Jika Gema Pembebasan bermain di ranah kampus, maka KARIM ini bergerak di ranah Sekolah dan Komunitas.

“KARIM membuka cabang-cabang di kota besar, targetnya anak-anak sekolah SLTA dan komunitas. Kegiatan mereka bukan hanya liqo dan kajian, tapi sudah tadabur alam, aksi-aksi sosial, ya mereka akan kejar apa kesukaan anak muda, ini patut kita waspadai bersama,” pungkasnya. (Baehaki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: