47 Persen Kalangan Millineal Belum Tentukan Pilihan di Pemilu 2019

Hits: 3

BERITA BANJAR, (priangannews.com) -Relawan Demokrasi Kota Banjar, Basis Komunitas Demokrasi kembali menggelar diskusi Ngompol Lu (Ngobrol Masalah Politik dan Pemilu), dengan mendatangkan Koordinator Komite Independen Sadar Pemilu (KISP), Moch. Edward Trias Pahlevi, yang langsung dari Yogyakarta.

Diskusi kali ini bertemakan “Menakar Peran Generasi Milenial di Era Cyber Demokrasi”, di Gedung Pemuda, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.

Diskusi ini dihadiri oleh 40 peserta diskusi, diantaranya mengundang delegasi dari berbagai organisasi internal kampus (BEM STISIP BP, BEM STAIMA, BEM STIKES BP, BEM STIT MUBAN), berbagai delegasi organisasi eksternal kampus Cipayung Plus (HMI, PMII, GMNI, IMM), delegasi Organisasi Eksternal Pelajar (IPM & IPNU), delegasi dari KPUD Kota Banjar (PPK Kecamatan Banjar) & Bawaslu Kota Banjar (Panwaslu Kecamatan Banjar) juga berbagai kalangan masyarakat umum Kota Banjar, yang hendak jalan jalan ke Taman juga ikut bergabung dalam diskusi tersebut.

Adanya diskusi Ngompol Lu itu merupakan peran dari para Relawan Demokrasi Kota Banjar, sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat melalui edukasi pemilu.

Sebab, Pemilu adalah hal penting yg merupakan salah satu pilar utama dalam mengakumulasikan dari sebuah kehendak dan kedaulatan rakyat.

“Seperti biasanya diskusi ini dilaksanakan cukup sederhana di ruangan terbuka, duduk di lesehan kopi darat sembari menikmati alam sekitar dengan menggunakan konsep Maiyahan Cak Nun,” ujar Ketua Basis Komunitas Demokrasi, Mahmud Abdilah.

Mahmud mengatakan, diharapkan diskusi Ngompol Lu ini tidak berhenti sampai disini, akan tetapi diskusi ini harus menjadi pemantik diskusi-diskusi lain untuk membuka cakrawala keilmuan di Kota Banjar, serta mampu membangun narasi peradaban intelektual pada generasi milenial di era cyber demokrasi ini.

“Kami sangat berharap, diskusi ini jangan berhenti sampai disini. Semoga diskusi ini terus berlanjut kedepanya,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Komite Independen Sadar Pemilu (KISP), Moch. Edward Trias Pahlevi menyampaikan, hasil riset mengenai milenial voters yang baru saja dilakukan bersama dengan Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MIP UMY), Center for Strategic & International Studies (CSIS) Singapore.

Edward menjelaskan, peran serta kehidupan sehari-hari generasi milenial yang tak dapat lepas dari dunia media sosial.

“Anak muda harus di konsolidasi bersama dalam menghadapi Pemilu Serentak nanti. Karna hasil dari penelitan KISP dan MIP UMY cukup menarik, sekitar 50 persen generasi milenial di Indonesia mengatakan bahwa medsos adalah sumber arus demokrasi. Ironisnya penyelenggara pemilu belum bisa memenangkan kehidupan cyber demokrasi hari ini, penyelenggara pemilu harus membuat pembaharuan di media sosial dan anak muda harus memainkan peran di era ini,” jelasnya.

Edward menambahkan, bahwa 47 persen milenial belum menentukan pilihannya untuk pemilu serentak nanti. Alasannya, bahwa anak muda kini jenuh dengan adanya realitas Hoax serta calon pilihannya yang itu-itu saja.

“Sebanyak 47 persen kalangan millenial belum menentukan pilihan, dengan alasan bahwa jenuh dengan pilihan yang itu-itu saja,” pungkasnya. (Baehaki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: