Siswa SMA di Tasikmalaya Tewas Pasca Berkelahi

Hits: 79

BERITA TASIK, (priangannews.com) – Kematian Fauzi Abdul Aziz (16) warga Kampung Cinangsi, Desa Ciawang Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, mendatangkan duka yang mendalam bagi keluarga.

Pelajar yang masih duduk di bangku SMA itu tewas diduga karena dianiaya orang tua salah satu remaja yang berseteru dengan korban.

Sebelumnya, Korban sempat terlibat perkelahian dengan orang tua salah satu remaja yang berseteru dengan korban. Korban tewas dengan luka dalam di bagian kepala setelah terbentur aspal.

Perkelahian itu bermula, saat korban bersama belasan temannya mendatangi salah satu remaja yang berseteru dengannya di kampung Kebon Salak Desa/Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (7/3) malam.

Namun saat di lokasi, Korban malah terlibat perkelahian dengan orang tua remaja yang di cari korban dan temannya berinisial TM.

Dalam perkelahian itu, Korban mendapatkan satu pukulan dari TM hingga terjatuh dan kepala bagian belakang terbentur aspal, seketika korban langsung tidak sadarkan diri.

Menurut Kakak Korban, Dian Septiana mengatakan, ada informasi adiknya dianiaya oleh 3 orang, dan juga orang tuanya. Kalau untuk masalahnya, Dian mengaku tidak mengetahuinya

“Namun malah adik saya yang menjadi korban, adik saya berangkat dari rumah dengan 5 orang temanya. Penganiayaan oleh satu keluaraga, anak bapak dan satu saudaranya,” katanya.

Ditemui terpisah, Kapolsek Singaparna, Kompol Budiman membenarkan, kejadian itu terjadi pada Kamis (7/3) malam. Korban dianiaya dengan cara dipukul hingga terjatuh.

“Dalam kondisi tidak sadar, korban dibawa ke RS. Singaparna Medika Citrautama (SMC) untuk mendapatkan pertolongan. Korban sempat mendapatkan perawatan intensif namun naas nyawa korban tidak tertolong,” bebernya.

Budiman menambahkan, guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Kepolisian Polsek Singaparna melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut, Polisi juga masih mengumpulkan penyidikan terkait pemicu perkelahian berujung kematian itu.

“Kita juga masih mencari keberadaan TM yang setelah kejadian menghilang dari kampungnya. Kami juga sedang mendalami penyebab atau pemicu perkelahian tersebut,” pungkasnya. (Andri Achmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: