Sopir Truk di Tasikmalaya, Cabuli Gadis Dibawah Umur

Hits: 12

Foto: Achmad Supriadi.

TASIKMALAYA – Polres Kabupaten Tasikmalaya berhasil mengamankan IF (21) Warga Kampung Legok Muncang, Desa Cukalong, Kecamatan Sodong Hilir, Kabupaten Tasikmalaya, yang merupakan pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur.

IF merupakan seorang Sopir Truk yang tega mencabuli Mawar (Nama Samaran) yang masih berusia 16 tahun, warga Kecamatan Sodong Hilir, Kabupaten Tasikmalaya.

Saat dihadapan penyidik Unit PPA Polres Kabupaten Tasikmalaya, Pelaku mengakui perbuatanya lantaran mencintai korban, namun cintanya tidak mendapat restu oleh orang tua korban, mengingat korban masih dibawah umur.

“Saya lakukan itu, karena saya cinta mati terhadap pacar saya (Red-Korban), saya melakukan ini supaya di restui oleh orang tuanya,” ujar Pelaku, saat Pres Release di Mapolres Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (6/12).

Sementara itu, Kasat Reskrim Kabupaten Tasikmalaya AKP. Pribadi Atma membenarakan, ditangkapnya IF ini setelah adanya laporan dari orang tua korban, bahwa anaknya telah dicabuli oleh pelaku.

Setelah adanya laporan tersebut kata Pribadi, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan kepada pelaku.

“Jadi Pelaku IF ini adalah pacarnya korban, namun orang tuanya tidak merestua hubungan mereka, dengan alasan anaknya masih dibawah umur,” katanya.

Pribadi menjelaskan, karena orang tua korban tidak merestui hubunganya dengan korban. Pelaku membujuk dan merayu korban untuk melakukan hubungan persetubuhan dengan korban, dengan janji pelaku akan menikahi korban.

Lebih lanjut Pribadi menjelaskan, namun melihat tingkah laku anaknya aneh. Orang tua korban mendesak anaknya agar menceritakan kejadian yang sebenarnya. Setelah didesak barulah korban menceritakan bahwa korban telah disetubuhi oleh pelaku.

“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung melakukan penangkapan kepada pelaku, pelaku mengaku sudah 2 kali melakukan hubungan badan dengan korban,” jelasnya.

Ditangkapnya pelaku, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa Pakaian milik korban, dan pakaian milik pelaku. Atas perbuatannya, Pelaku dijerat dengan pasal 81 Jo. 76 UU. No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (Achmad Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: