Hindari Amukan Masa, Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Tasikmalaya Pindah

Hits: 17

Dua orang tersangka Pembunuhan Saudara kandung, saat melakukan Rekontruksi di Kampung Legok, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu(5/12). Foto: (Achmad Supriadi)

TASIKMALAYA – Polres Kabupaten Tasikmalaya gelar rekonstruksi kasus Makin yang ditemukan tewas terbunuh oleh dua orang Tersangka, yakni Ajid sekaligus kakak korban, dan Saeful yang merupakan Keponakan Korban, bertempat di Kampung Paseh, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya, yang terjadi beberapa pekan lalu.

Pada reka ulang ini, ada 28 adegan pembunuhan yang dilakukan dua tersangka yang merupakan saudara korban ini. Guna menghindari amukan masa, rekontruksi digelar di Kampung Legok, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu(5/12).

Dalam reka ulang ini, nampak kesadisan tersangka Ajid yang telah menghabisi Makin. Pada adegan 11 hingga 24 merupakan saat nyawa makin melayang, Ajid melakukan pemukulan dengan gunakan batu dan balok tanpa ragu ke kepala Makin.

Sementara adengan yang ke 20 hingga 21, pelaku memasukan korban ke dalam karung dan adegan yang ke 25 hingga 28 korban dibawa ke mobil pelaku yang sengaja di rental dari Jakarta. Reka ulang ini dilakukan untuk memperdalam peran masing-masing tersangka.

Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tasikmalaya AKP. Pribadi Atma mengatakan, pihaknya melakukan rekontruksi dengan suatu harapan untuk melengkapkan berkas serta memperjelas peran dari pada masing-masing pelaku.

“Dalam rekontruksi ini diharapkan mendapatkan suatu gambaran satu tersangka yang utama. Tadi kita melakukan 27 adegan dan ada tambahan, jadi 28 adegan,” ujarnya.

Dalam rekontruksi tersebut di saksikan keluarga korban kejakasan sera pengacara pelaku.

Pada tempat yang sama Jaksa Penuntut Umum Kejakasan Negri Kabupaten Tasikmalaya Yosep Rusdiawan menuturkan, rekontruksi ini merupakan salah satu bentuk untuk membantu rekontruksi dakwaan yang akan di dakwakan kepada pelaku, agar jelas dan paham dalam rekontruksi ini.

“Jadi ini untuk memperjelas dan lebih paham lagi tentang adegan-adegan yang dilakukan para pelaku,” pungkasnya. (Achmad Supriadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: