Tradisi Budaya Nyangku, Syiar Islam Panjalu Harus Tetap Dilestarikan

Hits: 2

CIAMIS – Tradisi Nyangku yaitu tradisi melestarikan budaya leluhur dari Kerajaan Panjalu, pelaksanaan tradisi nyangku juga sudah dilakukan sejak zaman dulu secara turun temurun oleh keturunan kerajaan Panjalu.

Tujuannya tidak lain untuk mengenang jasa Raja Panjalu Prabu Sanghyang Borosngora yang telah menyampaikan ajaran islam. Selain itu, Nyangku digunakan sebagai salah satu media syiar islam bagi masyarakat Panjalu, serta untuk melestarikan budaya, dan untuk Mupusti bukan untuk Migusti.

Panitia Penyelenggara Tradisi Nyangku, yang juga merupakan Ketua Yayasan Borosngora Johan Wiradinata mengatakan, upacara adat Nyangku akan terus dilestarikan sebagai sebuah kearifan lokal yang ada di Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis. Sebagai salah satu alat untuk membendung budaya asing, terutama budaya negatif.

Menurutnya, dengan Nyangku menjadikan masyarakat Panjalu lebih berkarakter dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pribadi yang baik dan toleran. Serta mempererat tali silaturahmi sesama warga Panjalu.

“Bukan hanya untuk penghormatan saja. Nyangku ini dijadikan momen untuk evaluasi diri agar kedepan lebih baik lagi. Intinya membersihkan diri,” katanya.

Johan menambahkan, upacara adat nyangku yang sudah berlangsung sekitar ratusan tahun ini, sejak jaman Pemerintahan Prabu Borosngora, sebagai sarana media syiar islam.

“Nyangku ini harus terus dilestarikan dan diturunkan kepada para pemuda atau regenerasi secara estafet dilaksanakan supaya tidak hilang,” Pungkasnya. (Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: