Di Ciamis Kurir Narkoba Jaringan Lapas Diamankan Polisi

Hits: 11

Kapolres Ciamis AKBP. Bismo Teguh Prakoso (tengah), didampingi Kasat Narkoba AKP. Darli (kiri), dan Paur Humas Polres Ciamis Ipda. Hj. Iis Yeni Idaningsih (kanan), saat konferensi Pers, di Mapolres Ciamis, Sabtu (1/12).

CIAMIS – Pengedar Narkoba jaringan Lapas, berhasil diringkus Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Ciamis dalam Operasi Antik Lodaya 2018 yang digelar selama 10 hari dari tanggal 23 November sampai 2 Desember 2018.

“Dalam operasi antik lodaya 2018, Satres Narkoba Polres Ciamis berhasil mengamankan J (38) warga Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, yang merupakan pengedar narkoba jaringan lapas,” ujar Kapolres Ciamis AKBP. Bismo Teguh Prakoso, didampingi Kasat Narkoba AKP. Darli, dan Paur Humas Polres Ciamis Ipda. Hj. Iis Yeni Idaningsih, saat konferensi Pers, di Mapolres Ciamis, Sabtu (1/12).

Bismo menjelaskan, tersangka J ini menyembunyikan narkoba jenis Shabu tersebut dengan dibungkus tisu yang dililit oleh plakban lalu dibungkus kondom. Setelah itu cara membawanya ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ciamis, dengan cara memasukan Shabu tersebut ke bagian Anus tersangka.

“Jadi tersangka ini mengambil barang narkoba tersebut, di daerah Jatiwaringin, Kota Bekasi. Sesuai pesanan dari Sdr. E di Lapas Ciamis, tersangka selanjutnya mengantarkan barang tersebut ke Lapas Ciamis dengan cara menyembunyikanya pada bagian anus tersangka untuk mengelabui petugas lapas,” jelasnya.

Bismo menambahkan, setelah tersangka berhasil masuk ke dalam lapas Ciamis, kemudian bertemu dengan Sdr. E untuk transaksi barang tersebut. Namun, petugas mulai mencurigai tersangka, ketika tersangka pamit ingin pergi ke kamar mandi.

“Karena petugas curiga dengan tingkah laku tersangka, maka setelah keluar dari kamar mandi, tersangka langsung digeledah. Dan terbukti, tersangka membawa narkoba jenis shabu dengan berat 7,25 gram, yang disembunyikan pada anusnya,” ungkapnya.

Jika barang tersebut berhasil diberikan, Kata Bismo. Maka, tersangka akan mendapatkan upah bayaran sebesar Rp. 1 juta, tersangka J ini merupakan pengedar narkoba jenis shabu di Wilayah Kabupaten Ciamis.

“Tersangka mendapat upah sekali kirim pesanan itu sekitar Rp. 1 juta,” pungkasnya.

Akibat perbuatanya, tersangka J mendapat hukuman sesuai dengan UU. RI No. 35 tahun 2009, tentang narkotika. Dengan pasal 112 ayat 1 (jo) pasal 114 ayat 1, dengan ancaman pidana penjara 5 sampai 20 tahun penjara, dan denda Rp. 800 juta, paling banyak Rp. 8 Miliyar. (Dani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: