Kemendikbud Terus Dorong Program SMS Pada Generasi Muda

KOTA TASIK – Untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kesenian agar tetap eksis di tengah masyarakat terutama generasi muda, yang saat ini sudah banyak yang melupakanya. Maka dari itu, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI terus menggalakkan program melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Gerakan SMS ini akan membantu Pemerintah dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman, mengenai pelestarian budaya dan seni di masyarakat dan generasi muda. Agar mau menjaga dan mencintai budaya-budaya dan seni lokal daerah supaya tetap eksis.

Hal itu dikatakan Dirjen Kebudayaan Pada Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI Hilmar Farid, di acara implementasi UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di Hotel Horison, Jalan Yudanegara Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Sabtu (11/8).

“Undang-undang RI No 5 tahun 2017 ini, akan menjadi induk dari segala regulasi yang berkaitan dengan berbagai produk hukum yang mengatur masalah budaya dan kesenian di masyarakat Indonesia, sehingga seluruh elemen masyarakat berperan dalam memajukan dan melestarikan budaya dan seni kekayaan daerah,” ungkapnya.

Dikatakan Hilmar, untuk mendukung implementasi pelaksanaan UU tersebut, Kemendikbud terus menggalakkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah, untuk membantu Pemerintah memberikan pengajaran penguatan pendidikan seni dan kebudayaan pada anak-anak sekolah.

“Ada berbagai hambatan dalam memajukan dan melestarikan seni dan budaya, seperti jarak antara sekolah dengan fasilitas kesenian yang ada susah terjangkau, kurangnya jumlah tenaga pendidik bidang ilmu kesenian ditambah guru kesenian yang ada cendrung masih memilih tinggal di Kota-Kota enggan mengajar dipelosok Desa,” katanya.

Hilmar menjelaskan, sudah lunturnya seni budaya ditengah-tengah masyarakat ini karena kurangnya rasa mencintai dan memiliki budaya lokal, ditambah pengaruh budaya luar.

“Strateginya adalah pendidikan sebagai kunci utama dalam hal ini, kita perlu memperbanyak tenaga guru bidang seni, namun saat ini memang terbatas SDM seni, tapi dengan program Gerakan SMS setidaknya adanya pemerataan seni budaya dalam melengkapi praktek pengajaran di sekolah,” jelasnya.

Hilmar menuturkan, jumlah guru seni dan jumlah sekolah yang ada di Indonesia tidak seimbang, dimana jumlah guru seni sekitar 1.320 orang sementara jumlah sekolah 208.000 unit.

“Ini menjadi pekerjaan kita semua agar tenaga guru kesenian terus bertambah,” pungkasnya. (SDT/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *