Jelang Idul Adha, Penjual Arang dan Tusuk Sate di Kota Tasik Sepi Pembeli

KOTA TASIK – Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2018 yang akan dilaksanakan sebentar lagi, pedagang arang dan tusuk sate di Kota Tasikmalaya belum dibanjiri pembeli.

Biasanya setiap tahun, jelang perayaan Hari Raya Idul Adha pedagang tusuk sate dan arang selalu di cari masyarakat yang ingin membuat sate dari hewan kurban idul adha. Namun sampai saat ini, sejumlah pedagang tusuk sate dan arang di Kota Tasikmalaya masih sepi pembeli.

“Biasanya satu pekan terakhir, jelang hari raya kurban. Pedagang arang dan tusuk sate kebanjiran pembeli, tetapi pada perayaan Idul adha tahun ini, kami masih sepi pembeli. Padahal hari raya idul adha sebentar lagi,” ujar salah satu pedagang arang dan tusuk sate, Saefudin (60). Warga Jalan Cilingga, Kelurahan Linggauaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, saat ditemui PrianganNews dilapak daganganya, Sabtu (11/8).

Saefudin mengaku heran dengan sepinya pembeli, pasalnya baru tahun ini mengalami penurunan pembeli untuk bahan-bahan sate dalam perayaan idul adha.

“Kalau untuk harga tusuk sate, saya tidak ada kenaikan masih sama dengan tahun sebelumnya, sekitar Rp. 1.500 per ikat dengan isi 40 biji. Sudah jelas saya sangat mengeluhkan kondisi saat ini, mudah-mudahan beberapa hari kedepan bisa kembali normal dan banyak pembeli,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pembeli warga Cieunteung Kota Tasik Dedi Kusnayadi mengatakan, kegiatan menyantap sate di hari raya idul adha merupakan suatu tradisi setiap tahunya.

“Saya biasa membeli tusuk sate yang banyak setiap tahunya, untuk persediaan di rumah bersama keluarga,” pungkasnya. (AN/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *