Jelang Idul Adha, Pengrajin Pemanggangan Sate di Kota Tasik Alami Peningkatan Pesanan

KOTA TASIK – Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2018, produksi kerajinan tempat pemagangan sate di Jalan Panututan, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, mengalami kenaikan pesanan dari sejumlah pedagang di Pasar tradisional Kota Tasikmalaya.

Kenaikan pesanan dari para pedagang yang biasa menjual alat pemanggangan sate ini, menjadikan berkah tersendiri bagi para perajin pemanggangan sate. Namun para perajin harus lebih ekstra kerja keras untuk menyanggupi pesanan tersebut.

Pada hari biasa perajin hanya mampu memproduksi sekitar 20 buah tempat pemanggangan sate kecil, namun saat ini para perajin mampu membuat 2 sampai 10 kodi per harinya.

Untuk harga sendiri, perajin biasa menjual kepada para pedagang di pasaran sekitar Rp. 15.000 sampai Rp. 25.000 per buahnya, tergantung besar kecilnya ukuran.

“Kalau hari raya idul adha, pasti banyak warga yang memanggang sate hewan kurban di lingkunganya masing-masing, jadinya saat ini alat pemanggangan sate sangat di cari,” ujar salah satu perajin pemanggangan sate, Umar Sukmana (56) di Jalan Kawasan Panututan, Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Sabtu (11/8).

Untuk pesanan saat ini lanjut dia, ada yang pesan 2 kodi hingga 10 kodi dari setiap pedagang, untuk penjualanya tidak hanya di Pasar daerah Kota Tasik saja, namun pemanggangan sate produksi perajin di Jalan Panututan ini, di jual ke beberapa daerah seperti Singaparna Kabupaten Tasik, Garut serta Kabupaten Ciamis.

“Tentunya kami tidak ingin kehilangan momen seperti ini, untuk mengambil keuntungan besar saat permintaan pasar melonjak drastis. Tidak sedikit pula para perajin disini harus mempekerjakan anggota keluarganya dalam produksi kerajinan pemanggangan sate ini,” ucapnya.

Umar mengungkapkan, walaupun saat ini para perajin sedang mengalami peningkatan pesanan akibat dari momentum hari raya kurban, namun para perajin sangat berharap kepada Pemerintah, untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

“Nilai tukar rupiah ke dolar yang saat ini naik, sangat berdampak kepada harga bahan baku pemanggangan sate yang saat ini semakin mahal, kami mengharapkan agar nilai rupiah kembali stabil dan harga bahan baku pemanggangan sate kembali turun,” pungkasnya. (AN/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *