Ketua BLH HMI Cabang Ciamis Pertanyakan Rasionalisasi Anggaran Revitalisasi Alun-Alun Ciamis

CIAMIS – Banyaknya pemberitaan yang berkembang di masyarakat terkait revitalisasi Alun-Alun Ciamis, yang mengundang perhatian semua kalangan. Pasalnya mega proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 21 milyar yang bersumber dari anggaran daerah Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Sebagai upaya kepedulian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis terhadap pembangunan di Tatar Galuh Ciamis ini patut dicermati, mulai dari perencanaan sampai realisasi Revitalisasi Alun-alun Ciamis agar sesuai harapan semua pihak.

“Disamping itu kita juga mempertanyakan rasionalisasi anggaran yang cukup fantastis ini sesuai dengan prinsip yang termasuk dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP),” ujar ketua Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Ciamis Hernawan saat ditemui di Sekertariat HMI, Kamis (9/8).

Bahwasanya didalam beberapa pemberitaan yang berkembang lanjut dia, informasi yang di dapatkan yakni, Detail Engineering Design (DED) ini. Banyak design yang tidak mengandung sama sekali filosofis kearifan lokal kabupaten Ciamis.

“Seperti adanya diamond yang menurut kita tidak ada hubungannya dengan kearifan lokal Kabupaten Ciamis, meski konsep yang akan direvitalisasi itu lebih modernis. Alangkah baiknya memasukan design kearifan lokal seperti bebegig, kujang, atau icon lain yang mewakili local wisdom Tatar Galuh,” katanya.

Dan yang paling penting, Hernawan berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis cermat dan matang dalam pengalokasian uang rakyat, prinsipnya efektif dan efisian. Jangan terlalu menghamburkan anggaran yang fantastis untuk revitalisasi Alun-Alun Ciamis, karena dirasa revitalisasi ini terlalu boros.

“Ada yang mesti diprioritaskan semisal pengembangan ekonomi kreatif, pengembangan destinasi wisata baru dan sektor-sektor produktif lainnya yang bisa menambah Kas Daerah,” pungkasnya. (AS/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *