Pemkot Tasik Targetkan Zero Kematian Bayi Dan Ibu

Hits: 24

KOTA TASIK – Masih tingginya angka kematian bayi dan ibu di Kota Tasik, harus menjadi perhatian serius Pemkot Tasikmalaya, untuk menekan jumlah kasus tersebut.

Berdasarkan data, jumlah kematian bayi dan ibu di Kota Tasikmalaya masih saja terjadi, di tahun 2016 lalu jumlahnya 16 kasus kematian, tahun 2017 ada 14 kasus dan sampai Agustus tahun 2018 ini sudah ada 9 kasus kematian.

“Kita harus punya program dan langkah untuk mengurangi dan menekan angka kematian bayi dan ibu, bagaimana pun ini menjadi perhatian khusus untuk menyelamatkan bayi dan ibu saat melakukan persalinan dengan penanganan yang tepat dan cepat,” ungkap Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, dalam acara HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ke 67 Cabang Kota Tasikmalaya, di Hotel Horison Sabtu (4/8).

Budi mengatakan, walaupun kasus kematian di Kota Tasik angkanya masih dibawah angka kematian di tingkat Provinsi dan Nasional. Namun, ini tetap menjadi PR Pemkot Tasik untuk menanggulangi, sampai benar-benar tidak ada kasus kematian lagi.

“Semua Stakeholder harus terlibat dan berperan untuk mewujudkan zero kematian bayi dan ibu, jangan terputus mata rantai pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dinas Kesehatan dengan program-programnya, para dokter kandungan dan anak serta para tenaga medis dan tenaga Bidan harus bersinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Tasikmalaya Dr. Atit Tajmiati mengatakan, untuk menekan angka kematian bayi dan ibu tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga Bidan, namun perlu peran serta dari seluruh tenaga medis. Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi, baik pra dan pasca melahirkan.

“Target zero kematian bayi dan ibu di Kota Tasikmalaya akan tercapai, bilamana semua elmen terkait dan tenaga medis berkomitmen bersama untuk itu,” ujarnya.

Tenaga Bidan lanjut dia, merupakan garda terdepan dalam mengawal kesehatan Maternal Neonatal, sehingga Bidan diharapkan meningkatkan kompetensinya dalam pelaksanaan pendampingan ibu hamil.

“IBI Kota Tasikmalaya terus berupaya meningkatkan kompetensi para Bidan, dengan mengupdate pengetahuan keterampilannya, melakukan penelitian-penelitian, melaksanakan pelatihan yang sifatnya sofskil. Supaya dalam memberikan pelayanan bisa memberikan kenyamanan sesuai dengan Germas yakni, kualitas SDM dan kualitas pelayanan,” pungkasnya. (SDT/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: