Mojang Dan Jajaka Kembali Di Gelar Di Kota Banjar

Hits: 269

BANJAR – Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, kembali melaksanakan kegiatan pasanggiri mojang dan jajaka Kota Banjar Tahun 2018. Kegiatan ini merupakan kegiatan 2 tahunan yang digelar oleh Pemerintah Kota Banjar.

Mojang dan Jajaka merupakan salah satu wahana penjaringan potensi putra daerah dalam rangka mewujudkan karakter budaya di daerah tersebut.

Mojang dan Jajaka bisa menjadi pelopor perkembangan budaya di Kota Banjar. Karena, dengan adanya pasanggiri Mojang dan Jajaka tersebut, akan menumbuhkan literasi budaya dengan konteks memahami dan mengaplikasikan di tengah masyarakat. Moka bisa menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan karakter, yang memberikan pemahaman terhadap budaya bangsa Indonesia.

Targetnya yakni para remaja pelajar dan dewasa yang nantinya sebagai generasi penerus keberlangsungan kehidupan sosial budaya di Kota Banjar, dan tujuan besarnya yakni Mojang dan Jajaka, itu ikon dan juga sebagai agen yang bisa didelegasikan dalam bidang pariwisata.

Kontestasi Moka Kota Banjar, nantinya akan menjadi wakil dari Kota Banjar, untuk ajang Mojang Jajaka Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Moka diharapkan menjadi agen untuk mempromosikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan budaya juga potensi-potensi pariwisata di daerahnya. Moka akan membawa dan memperkenalkan Kota Banjar dari segi aspek baik budaya pariwisata dan lain-lain di ajang Mojang jajaka Tingkat Provinsi.

34 kontestan Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Banjar Tahun 2018, dari moka dewasa dan remaja ujuk kabisa. Para kontestan akan mengikuti Berbagai rangkaian kegiatan hingga puncaknya nanti tanggal 22 September mendatang.

Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Banjar 2018 bertajuk “Langensari Nyari” .

“Langensari nyari adalah upaya nonoman Banjar, untuk mencari identitas budaya di wilayah perbatasan dua provinsi yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk dijadikan jati diri Banjar Patroman, yang hidup ditengah akulturasi budaya kedua daerah”. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Mojang Jajaka Kota Banjar Asep Saefudin.

Selain itu, tambah Asep, kegiatan Mojang dan Jajaka, ada beberapa tahapan yang akan dilaksanakan oleh para kontestan yaitu, pra karantina, karantina dan grand final.

“Setelah audisi tanggal 21 Juli lalu para kontestan Mojang dan Jajakan sudah memasuki tahap 8 besar dan masuk masa pra karantina, untuk Kegiatan prakarantina ini yaitu persiapan untuk kegiatan karantina, seperti Make Up Plus, etitud, penampilan dan Photoshot ini. Ungkapnya.

Menurut Asep, Sesi photo dilakukan untuk diambil gambar terbaik dari kontestan mokka dan nantinya akan dijakian view untuk vooting mencari moka favorit (kameumeut) pilihan masyarakat Kota Banjar.

Kemudian, lanjutnya untuk kegiatan karantina sendiri salah satunya adalah Ujuk kabisa atau menunjukan kabisa (kebolehan) dari para peserta seperti bidang seni baik musik ataupun lainya tetapi dengan ketentuan yang kita kasih.

“Ada juga kegiatan outbond dan juga presaentasi, kegiatan presentasi hanya dilakukan oleh Moka Dewasa dan nantinya, para peserta akan diberikan tema yang sudah kita tentukan seperti pariwisata dan lainya tentang Kota Banjar, para peserta harus mempresentasikan tema yang kita buat,” jelasnya.

Asep mengungkapkan, untuk kegiatan outbond sendiri akan dilaksanakan di Batalyon Raider 323/BP. Setelah berbagai kegiatan dan diberi pembekalan untuk kematangan para kontestan.

“Dalam kegiatan outbond para peserta akan diasah untuk di bangun rasa kepemimpinanya, dengan uji fisik, mental dalam outbond,” ungkapnya.

Salah satu kontestan Moka tingkat remaja Vincen D, pelajar asal SMA N 1 Kota Banjar, mengaku dirinya termotifasi mengikuti ajang itu untuk menambah pengetahuan dan pengalaman.

“Selain untuk menambah teman dan pengalaman, saya bisa belajar hal lain karena disini juga di berikan pengetahuan dan pembelajara bagaimana cara berbicara, berpakaian dan berbudaya,” ungkapnya.

Menunurut Vincent, pelajar kelas 12 IPA 1 yang dipasangkan dengan Andini Azahra, pelajar asal SMA N 3 Kota Banjar, orang tua dan guru dari sekolahnya sangat mendukung kegiatan yang mereka jalani, karena kegiatan itu dinilai sangat positif dan akan mengembangkan bakat dan minat dalam meraih cita-citanya.

Lain hal dengan Nur Aysiah, Mahasiswa Pasca sarjana Pendidikan bahasa dan bahasa Sunda UPI Bandung pernah menjadi Mojang Pinilih kota Banjar 2016 lalu.

Ia mengaku, itu adalah sebuah prestasi yang besar bisa terpilih menjadi pinilih Moka Kota Banjar.

“Moka sendiri dituntut harus masagi, masagi disini bisa di artikan harus segala bisa dan itu adalah tantangan terberatnya,” terang Aisyah.

Aisyah, yang keseharianya menjadi Guru bahasa Sunda disalah satu SMA di Kota Banjar, menjelaskan bahwa setelah ia menjadi Moka Ia menjadi lebih banyak kegiatan yang ia lakukan baik di Kota Banjar, maupun di Luar Banjar.

“Selain kegiatan kepariwisataan untuk mewakili Kota Banjar, masih Banyak kegiatan lainya, seperti kegiatan paripurna, upacara hari besar dan kegiatan-kegiatan besar lainya di Kota Banjar, Moka Pasti ada,” pungkasnya. (BQ/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: