Harga Telur Terus Naik, Pemkot Tasik Siap Gelar Operasi Pasar Murah

Hits: 3

KOTA TASIK – Harga telur yang terus merangkak naik membuat masyarakat mengeluh dan menjerit, karena harus merongok kocek dalam-dalam untuk memenuhi kebutuhan telur.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) siap menggelar Operasi Pasar (OP) komoditas telur.

Ketua Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Sekaligus Walikota Tasikmalaya Budi Budiman melalui Staf Ahli Bidang Perekonomian Pembangunan Dan Keuangan Pemkot Tasikmalaya Tantan Rustandi mengatakan, saat ini terjadi anomali terhadap harga komoditas telur, biasanya harga telur usai lebaran mulai turun, namun sekarang terjadi perubahan justru semakin mahal di pasaran.

“Kemarin sebelum lebaran harga Rp 22 ribu perkilogramnya, sekarang sudah sebulan usai lebaran harganya justru merangkak naik dan mencapai Rp 32 ribu perkilogramnya,” ungkapnya, Selasa (24/7).

Padahal lanjut dia, sebelumnya begitu idul fitri selesai harga telur turun mendekati Rp 19 ribu perkilo, ini terjadi anomali di luar perkiraan.

“Telur merupakan kebutuhan pokok untuk pemenuhan protein masyarakat, sehingga telur merupakan bagian bahan pokok makanan yang sangat vital yang diperlukan masyarakat,” tuturnya.

Menurut dia, harga telur dipasaran yang tinggi menjadi penyumbang implasi di Kota Tasikmalaya, berdasarkan data yang ada, telur penyumbang inflasi mencapai 0,011 persen, walaupun kecil tapi sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

Untuk itu lanjutnya, TPID akan berupaya melakukan langkah untuk menjaga agar harga telur di pasaran tidak terus merangkak naik, dan tetap terjangkau oleh masyarakat dengan melakukan operasi pasar.

“Mulai besok tanggal 24 sampai 28 Juli kita akan menggelar operasi pasar murah di sejumlah pasar tradisional, dengan harga dibawah harga pasar yakni Rp 22.500 perkilo, ini upaya untuk menekan dan menstabilkan harga komoditas telur agar harga turun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Tasikmalaya Dedi menjelaskan, digelarnya operasi pasar murah yang akan dimulai besok Selasa (24/7), akan mampu menekan harga komoditas telur di pasaran sehingga akan terkendali inflasi.

“Operasi telur murah ini menjaga harga dan mengendalikan inflasi, karena inflasi ini musuh utama pembangunan yang berakibat fatal, daya beli masyarakat rendah, iklim investasi tidak sehat dan daya saing rendah, ini kewajiban Pemerintah untuk mengendalikan inflasi,” jelasnya.

Dia mengatakan, lokasi digelarnya operasi pasar murah yakni tanggal 24 sampai 28 Juli serentak di Pasar Induk Cikurubuk, Pasar Pancasila, Pasar Indihiang, Pasar Padayungan. Sementara di tanggal 30 Juli operasi pasar murah di gelar di lapang parkir Kantor Bale Kota Tasikmalaya.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan telur dengan harga dibawah pasaran yakni Rp 22.500 perkilo, silahkan datang ke pasar-pasar tempat digelarnya operasi pasar murah,” pungkasnya. (SDT/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: