Siswa SMK Al Huda Sadananya Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba

CIAMIS – Dalam rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) peserta didik baru SMK Al-Huda Sadananya mengikuti sosialisasi tentang bahaya narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, Selasa (17/7), bertempat di Gedung Aula SMK Al-Huda Sadananya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 136 orang siswa yang terdiri dari siswa baru dan panitia OSIS.

Kepala Sekolah SMK Al-Huda Sadananya Drs. H. Dadang K. Hidayat, M.Pd mengatakan, di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kali ini sengaja menghadirkan narasumber dari BNN, untuk memberikan satu informasi penting yang saat ini keadaannya sudah meresahkan semua pihak termasuk kalangan pendidikan.

“Saya berharap para siswa baru khususnya, dan seluruh siswa SMK Al Huda Sadananya supaya bisa terbebas dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Menurut Dadang, kegiatan ini akan di laksanakan rutin kepada para siswa sekolah, agar dapat terbentuk imunitas dan pemahaman tentang bahaya narkoba.

“Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin program sekolah kami, karena bisa memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba,” tuturnya.

Sementara itu Konselor BNNK Ciamis Rachman Haerudin S.Sos selaku narasumber menyampaikan dalam materinya yang berjudul Remaja Melawan Narkoba, dan menjelaskan aspek-aspek Narkoba dari Segi, sisi negatifnya.

“Maraknya peredaran narkoba dikalangan remaja menjadikan para generasi rentan terkena efek negatif dari Narkoba,” ucapnya.

Rachman Menambahkan, Narkoba itu memiliki 3 karakteristik yakni, stimulant, depresan dan halusinogen. Semuanya itu dapat menyebabkan kerusakan bagi tubuh bahkan bisa sampai mengakibatkan kematian.

“Salah satu upaya pencegahan disekolah salah satunya dengan cara melakukan secara berkesinambungan memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada peserta didik,” ujarnya.

Menurut Rachaman, apabila ada tanda-tanda penyalahgunaan narkoba pada peserta didik, segera laporkan ke guru atau langsung ke BNN. Karena bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba bisa di rehabilitasi baik medis maupun sosial.

“Bentengi diri dengan menanamkan pendidikan agama sedini mungkin, ciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis, tanamkan bahwa penyalahgunaan narkoba merugikan dan melanggar hukum,” pungkasnya. (AS/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *