Fraksi PDI Perjuangan Nilai Rotasi Mutasi Tidak Elok

Tasikmalaya – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, Demi Hamzah Rahadian menilai, rotasi mutasi eselon III dan IV tidak elok dan melanggar aturan terutama UU Pilkada Nomor 10 tahun 2016.

Dugaan melanggar aturan ini, kata Demi, membuat pernyataan besar dikalangan birokrasi dan masyarakat. Rotasi mutasi lebih bernuansa balas budi atau balas jasa untuk ASN yang mendukung Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum dalam Pilgub Jawa Barat.

“Ini jadi pertanyaan besar, apakah rotasi ini berkait balas budi? Suka atau tidak suka? Tidak melihat kapasitas, kapabilitas, kemampuan atau kecakapan,” papar Demi yang ditemui diruang kerjanya, Selasa (10/7).

Demi menilai rotasi, mutasi dan promosi yang melanggar aturan berkonsekwensi pada penetapan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum yang menjadi Cawagub Jabar terpilih.

“Jadi ini harus dikaji ulang, atau dijelaskan kepada kami dan masyarakat terkait rotasi mutasi itu,” papar Demi.

Demi mengakui, rotasi mutasi yang dilakukan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sering menjadi polemik karena mengandung beberapa dugaan didalamnya. Mulai dari dugaan melanggar aturan, dugaan berlandaskan kedekatan dan suka atau tidak suka terhadap birokrat.

“Kalau tidak ada keinginan untuk memperbaiki birokrasi lebih baik, pasti akan terus mengandung pelemik. Apalagi kepentingan politik yang menjadi dasar. Jadi keinginan itu belum muncul,” pungkas Demi. (I.V/Tantan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *