Hasan Bi Sri : Peran Pimpinan Dan Guru Sangat Berpengaruh Dalam Moderat Islam

Hits: 5

Ciamis, (PrianganNews.com) – Dalam rangka Tarhib Ramadhan Tahun 2018/1439 H, Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis menggelar Ceramah Umum bersama ratusan santriawan/santriawati, di Gedung Nadwatul Ummah, Pondok Pesantren Darussalam Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (5/5).

Ceramah tersebut mengusung tema “Nilai-Nilai Islam Moderat Sebagai Landasan Membangun Masyarakat Indonesia Multikultural”, yang dihadiri secara langsung oleh Direktur Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI, KH. Dr. Ahmad Zayadi M.Pd.

“Nilai-nilai moderat dalam islam itu khususnya yang ada di pesantren sangat penting sekali, disaat-saat masalah titel ini terbawa ke arus kanan atau kiri, kalau arus kanan disebut dengan radikal kalau yang arus kiri yang disebut dengan kelompok liberal, lalu kemudian kita muncul dari tengah-tengah sebagai kelompok kostiah yang kemudian disebut sebagai Rahmatan Lil Alamin,” ujar Direktur 1 Bidang Pendidikan Ponpes Darusalam, Kabupaten Ciamis, Dr. H. Hasan Bi Sri M.Ag seusai kegiatan.

Hasan mengatakan, jadi nilai-nilai moderat islam di indonesia itu sebenarnya berada dalam pesantren, karena para santri di pesantren umumnya dari berbagai daerah dan berbagai suku. Dari situlah menilai orang lain, tabiat orang lain itu selalu beda-beda, maka disitulah menjadi moderat.

“Kalau misalkan kita memandang diri kita, suku kita, tabiat kita yang paling baik nanti kita mengganggap orang lain itu paling bodoh dan kita paling benar, itu sangat salah. Dan ini sebagi contoh kita semua agar bisa memandang orang lain dengan baik karena sesuai dengan moderat islam,” katanya.

Hasan mengungkapkan, pesantren itu dari mana wastiahnya, itu dari nilai-nilai kitab kuning, dan kitab kuning itu berisi berbagi macam pandangan pendapat dari berbagai macam mashab dari berbagai macam aliran dan dari berbagai macam suku.

“Dengan melihat berbagai macam pandangan itu maka kita dapat bersifat moderat, wastiah. Jadi kita tidak bisa mengungkapkan paling benar karena kita bersifat moderat dan wastiah,” ungkapnya.

Kesimpulan dari moderat Islam Indonesia, Sambung Ia, intinya itu moderat islam ada di dalam kitab kuning, kehidupan sehari-hari, keluarga, serta pimpinan guru yang ada dilingkungan pesantren.

“Jadi kalau dewan pimpinan atau gurunya bersifat liberal atau radikal maka akan turun juga kesantrinya, itu harus dijaga karena sangat berpengaruh dari pimpinan kepada santrinya itu,” pungkasnya. (AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: