Gedung Universitas Perjuangan Tasik Kebakaran

Hits: 8

Foto : (SDT)

Tasikmalaya, (PrianganNews.com) – Gempa bumi dengan disertai kebakaran yang menimpa lantai III Gedung Akademi Pariwisata Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, di jalan Peta Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, yang terjadi Kamis (26/05/18) mengakibatkan 15 orang korban luka akibat terjebak dalam gedung.

Saat kebakaran terjadi, petugas dari Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya dengan sigap meluncur ke lokasi kebakaran sehingga 15 orang tersebut bisa terselamatkan dengan dievaluasi ketempat yang aman, namun ternyata ada tiga orang korban yang terjebak di lantai III gedung tersebut yang benar-benar hampir dilalap sijago merah, berkat kesiagaan tim BPBD, ketiga korban berhasil diturunkan dari lantai III dengan menggunakan alat Vertikal Rescue.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya Yudi Kustiadi yang ikut dalam penyelamatan mengatakan, bersyukur ke lima belas korban yang terjebak di lantai III gedung bisa terselamatkan oleh tim sehingga tidak ada korban jiwa dan hanya luka-luka ringan.

”kejadian itu hanya sebatas simulasi yang di gelar BPBD Kota Tasikmalaya di Unper dengan melibatkan tim PMI dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2018 tingkat Kota Tasikmalaya,”ungkap Yudi kepada Wartawan.

Ditambahkan, HKB ini baru pertama kalinya digelar BPBD Kota Tasikmalaya untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada Masyarakat agar siap siaga dalam setiap menghadapi berbagai macam bencana sehingga meminimalisir korban jiwa.

”simulasi bencana ini bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar bersiapsiaga melakukan sesuatu saat terjadi gempa dan kebakaran, apa-apa saja yang dapat dilakukan jika mengalami bencana salah satunya berlari menyelamatkan diri ketempat yang aman seperti kelapangan terbuka,”tuturnya.

Dia menambahkan, tidak akan henti-henti melakukan sosialisasi terkait penanganan dan penanggulangan bencana kepada Masyarakat agar semakin paham dan cekatan jika menghadapi bencana gempa dan kebakaran.

”jika semuanya sudah paham dan mengerti dalam menghadapi bencana, insyaallah akan mampu meminimalisir dampak negatif dari bencana seperti korban meninggal atau tewas,”pungkasnya. (SDT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: