Tekan Makanan Kadaluarsa dan Berbahaya, DKP Kota Tasik Lakukan Pengawasan

Kasi Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Kota Tasikmalaya, Susilawati Silfiati, memperlihatkan alat pengecekan makanan kadaluarsa dan berbahaya, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tasikmalaya, Rabu (25/04/2018). Foto : (AN) 

Tasikmalaya, (PrianganNews.com) – Guna menekan angka kasus keracunan makanan kadaluarsa, yang terjadi diberbagai Kota/Kabupaten di Indonesia. Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tasikmalaya terus melakukan pengawasan dari beragam jenis Jajanan, Makanan dan Pangan, yang berada di Wilayah Kota Tasikmalaya.

“Jaminan keamanan pangan di Indonesia memang tidak mudah dilaksanakan. Setiap tahunnya, masih ada saja ditemukan kasus keracunan, makanan kadaluarsa, dan lain sebagainya. Kami bertekad akan terus melakukan pengawasan dari beragam jenis jajajan, makanan, dan pangan,”kata Kasi Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Kota Tasikmalaya, Susilawati Silfiati, saat ditemui PrianganNews.com, diruang kerjanya, Rabu (25/04/2018).

Ia mengaku, pengawasan ini dilakukan di beberapa lokasi, seperti, dikantin Sekolah, Pasar, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya. Pengawasan yang dilakukan secara berkala ini mengawasi dan mengecek ragam Jajanan, Makanan, dan Pangan.

“Kita cek selama ini kebanyakan mengandung bahan terlarang yang bisa  mengganggu kesehatan masyarakat, diantaranya, mengandung Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow.

Adapun makanan lainnya, Lanjut Ia, akan dilaksanakan pengecekan, yakni, Ikan Asin,Tahu,Daging Ayam, Daging Sapi dan beberapa jenis jajanan lainnya.

“Sehab itu kita melakukan pengawasan dan pengecekan secara berkala,”ujarnya.

Susi sapaan akrabnya, menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan saat ini merupakan program Provinsi. Alhasil, setelah mendapatkan hasilnya, pihaknya akan segera melaporkan ke Provinsi yang telah rutin di laksanakan.

“Kami selalu siap dalam melakukan pembinaan kepada seluruh pedagang yang kedapatan menggunakan barang dagagannya dengan mencampurkan zat berbahaya itu. Untuk mengenai penanganan pelanggarannya akan segera di laporkan ke Provinsi,”pungkasnya. (AN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *