Peringati HAN, Pemkab Garut Kirim 4 Orang Sebagai Duta Anak Tingkat Jabar

Yudhistira Adrianto, asal MA Persis 76 Garut, siap mengharumkan nama Kabupaten Garut, dalam Acara Puncak Hari Anak Nasional, di Kota Surabaya, Jawa Timur. Foto : (Jank)

Garut, (PrianganNews.com) – Dalam memperingati puncak acara Hari Anak Nasional (HAN), tanggal 18-26 Juli 2018 mendatang, di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, mempersiapkan 4 Orang Anak sebagai Duta Anak tingkat Jawa Barat. Kini, 4 Orang Anak tersebut tengah mengikuti seleksi tingkat Jawa Barat (Jabar), Rabu (25/04/2018).

“Dari ke empat orang anak tersebut yang mengikuti seleksi, satu orang diantaranya akan diutus menjadi Duta Anak tingkat Jawa Barat di Kota Surabaya,”kata Kepala Bidang, Perlindungan Anak Dinad Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Kabupaten Garut, Jawa Barat, Drs. Rahmat Wibawa.

Rahmat mengungkapkan, keempat anak yang kini tengah mengikuti seleksi di Jawa Barat, semua berasal dari Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Garut, yakni, Tami Sri Rahayu (Siswi SMAN 11 Garut), Yudhistira Adrianto (MA Persis 76 Garut), Muhamad Askadi NR (MTs Persis 99 Garut), dan Riza Hilman (SMAN 6 Garut).

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada anak-anak, terkait Konvensi Hak Anak dan Undang-Undang Perlindungan Anak, serta mengembangkan jejaring partisipasi anak,”ungkapnya.

Ia memaparkan, kegiatan ini diikuti 27 Duta perwakilan Kabupaten/Kota. Pemilihan duta anak ini dilaksanakan di 5 wilayah, seperti, Bogor, Purwakarta, Cirebon, Priangan Barat dan Priangan Timur. Dan untuk setiap Kabupaten/Kota wajib mengirimkan perwakilan anak, dan nantinya satu orang anak akan dipilih untuk mewakili tingkat Jawa Barat.

“Pada hari pertama seleksi akan dilaksanakan pemaparan tentang konvensi hak anak, yang dibawakan oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Jawa Barat, dengan materi 2P (Pelapor dan Pelopor). Seleksi selanjutnya, dilanjutkan dengan diskusi kelompok mengenai permasalahan anak, dan diakhiri dengan sesi wawancara secara tertutup oleh tim dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar,”tukasnya. (Jank)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *