Ratusan Pelajar Ikuti Pentas Kreatifitas Seni PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat

Defile  Pentas Kreatifitas Seni PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, yang digelar di Alun-alun Kota, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (18/4/2018). Foto : (FR) 

Ciamis, (PrianganNews.com) – Melalui pengenalan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membantu perkembangan pertumbuhan rohani anak, sebanyak 783 Peserta dari 27 Kabupaten/Kota Se-Jawa Barat, mengikuti kegiatan Pentas Kreatifitas Seni PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, yang digelar di Alun-alun Kota, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

“Kegiatan ini sebagai upaya memberikan pelayanan, dalam membina dan memotivasi anak-anak sedini mungkin melalui pemberian rangsangan, terutama dalam pengenalan Pendidikan Agama Islam (PAI). Selain itu, kegiatan ini juga untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan rohani anak. Supaya anak didik itu mempunyai keimanan kuat dan berakhlak,”kata Ketua Panitia Pentas Kreatifitas Seni PAI Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, Dodo Alimamun S.pd.i, saat diwawancarai beberapa Media, Rabu (18/4/2018).

Dodo mengungkapkan, Kegiatan Pentas Kreatifitas dan Seni PAI ini, merupakan agenda tahunan yang sudah biasa dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat. Dan untuk tahun ini bertempat di Kabupaten Ciamis yang di ikuti sebanyak 783 Peserta dari seluruh Kabupaten/Kota Se Jawa Barat.

“Untuk kegiatan yang akan dilombakan dalam Pentas PAI ini sebanyak 7 mata lomba, diantaranya LCC, MTQ, MHQ, Kaligrafi, Bacaan Gerakan Solat, Pildacil serta Qosidah,”ungkapnya.

Bebegig Sukamantri ramaikan Kafilah Kabupaten Ciamis, dalam Pentas PAI tingkat Provinsi, di Alun-alun Kota, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (18/4/2018). Foto : (FR) 

Sementara itu, Pjs Bupati Ciamis Ir. Deddi Mulyadi, menuturkan, proses pembangunan pendidikan agama islam yang diajarkan kepada peserta didik, hendaknya mengacu kepada pembangunan manusia seutuhnya sebagi subyek yang bermutu.

“Kegiatan Pentas PAI ini, saya sangat mengapresiasi sekali. Dan semoga kegiatan ini sukses dan tentunya bisa mempererat tali persaudaraan sesama insan cerdik cendikia dengan menuju manusia yang berakhlakul karimah,”ujarnya.

Dedi, menghimbau, kepada seluruh peserta lomba untuk bersikap sportif dalam mengikuti lomba yang bergengsi ini, jadikan lomba ini sebagai bahan aktualisasi dan ekpresi kemampuan serta bakat. Tetapi, harus menjungjung tinggi nilai persahabatan dan persaudaraan.

“Menjadi juara dalam lomba ini sudah pasti harapan kalian, namun kemenangan yang hakiki sesungguhnya yang sudah kalian raih, manakala sikap dan akhlak kita semakin hari semakin baik dan dapat memberikan faedah yang sebesar-besarnya terhadap kehidupan masyarakat yang lebih bermartabat,”pungkasnya. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *